Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Menguat di Awal Sesi, Tiga Indeks Utama Wall Street Berakhir di Garis Merah

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir di zona merah, menyusul laporan keuangan perusahaan dan data ekonomi. 

Di awal sesi perdagangan, indeks berbasis luas S&P 500 menguat sebanyaknya 1 persen, dan Nasdaq melesat 1,5 persen. Nasdaq belum mencatat pergerakan setidaknya 1 persen ke kedua arah sejak 3 Juli, sementara S&P terakhir membukukan pergerakan harian 1 persen pada 24 Juni.

Dikutip dari Reuters, berikut pergerakan indeks utama di Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis 31 Juli 2025 atau Jumat pagi WIB.


- Dow Jones Industrial Average ditutup turun 330,30 poin, atau 0,74 persen, menjadi 44.130,98

- S&P 500 melemah 23,51 poin, atau 0,37 persen, menjadi 6.339,39

- Nasdaq Composite Index berkurang 7,23 poin, atau 0,03 persen menjadi 21.122,45

Investor saat ini menunggu hasil dari emiten megacap Amazon dan Apple yang akan dirilis.

Saham Microsoft melonjak 3,5 persen setelah merilis laporan keuangan yang solid dan sempat melampaui ambang batas kapitalisasi pasar 4 triliun Dolar AS, menjadikannya perusahaan publik kedua yang pernah mencapai tonggak bersejarah tersebut setelah Nvidia.

Saham Meta Platforms meroket 11,3 persen dan ditutup pada rekor tertinggi 773,44 Dolar AS. 

Saham produsen chip Broadcom merosot 2,9 persen. Saham Nvidia juga anjlok 0,8 persen. Ini membebani indeks semikonduktor PHLX . Indeks chip tersebut anjlok 3,1 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak 16 April.

Investor juga akan memantau laporan penggajian non-pertanian dan tenggat waktu tarif yang semakin dekat. Presiden AS Donald Trump diperkirakan menaikkan tarif bea masuk final untuk negara-negara yang belum mencapai kesepakatan, meski Meksiko diberikan penangguhan selama 90 hari.

Saham farmasi juga melemah setelah Gedung Putih mengatakan Trump mengirimkan surat kepada CEO dari 17 perusahaan farmasi besar, mendesak tindakan segera untuk menurunkan biaya obat resep bagi warga Amerika. 

Indeks farmasi NYSE Arca melorot 2,9 persen, penurunan terbesar sejak 14 Mei dan kerugian keempat berturut-turut.

Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 19,65 miliar lembar saham. Naik dibandingkan rata-rata 18,01 miliar lembar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya