Berita

PM Kanada Mark Carney/Net

Dunia

Setelah Prancis dan Inggris, Kanada Ikutan Akui Negara Palestina

KAMIS, 31 JULI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengumumkan rencana negaranya untuk mengakui Negara Palestina pada bulan September 2025. 

Langkah ini menjadikan Kanada sebagai negara ketiga di kelompok G7 yang menyatakan niat serupa dalam sepekan terakhir, setelah Prancis dan Inggris.

Carney menegaskan pengakuan itu akan bergantung pada reformasi demokratis, termasuk penyelenggaraan pemilu oleh Otoritas Palestina pada tahun depan tanpa keterlibatan Hamas.


“Level penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi dan situasinya memburuk dengan cepat,” kata Carney dalam konferensi pers, seperti dimuat BBC pada Rabu, 30 Juli 2025.

Ia menambahkan, pengakuan terhadap Palestina akan disampaikan secara resmi dalam Sidang Umum PBB mendatang. 

Menurutnya, perlu ada komitmen dari Otoritas Palestina untuk mereformasi tata kelola pemerintahan serta melakukan demiliterisasi wilayah.

Carney juga menyinggung eskalasi krisis di Timur Tengah sebagai alasan perubahan besar kebijakan luar negeri Kanada. 

“Prospek negara Palestina sedang terkikis di depan mata kita. Pendekatan lama tidak lagi dapat dipertahankan,” ujarnya.

Carney mengaku telah berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas sebelum pengumuman itu disampaikan. Ia menekankan bahwa keputusan ini merupakan langkah independen Kanada. 

“Kanada membuat keputusan politik luar negerinya sendiri,” tegasnya, merespons pertanyaan apakah langkah ini dipengaruhi oleh Inggris, Prancis, atau bahkan Amerika Serikat.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari Israel. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pengakuan Kanada sebagai “hadiah bagi Hamas” dan memperingatkan bahwa hal itu justru dapat menghambat upaya gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera.

Partai Konservatif Kanada juga mengkritik keras langkah tersebut. 

“Mengakui negara Palestina setelah serangan teroris 7 Oktober mengirimkan pesan yang salah ke dunia,” bunyi pernyataan resmi oposisi.

Tekanan terhadap Carney meningkat setelah hampir 200 mantan duta besar dan diplomat Kanada menandatangani surat yang mendesak pemerintah mengakui Palestina. 

Mereka menyoroti penggusuran massal, pengeboman tanpa pandang bulu, kelaparan warga sipil di Gaza, serta serangan kekerasan oleh pemukim ekstremis di Tepi Barat sebagai alasan mendesak untuk bertindak.

Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 lainnya, Israel melancarkan operasi militer di Gaza. 

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 60 ribu orang tewas, termasuk 154 korban akibat malnutrisi, di antaranya 89 anak-anak.

Jika Kanada merealisasikan pengakuan ini, maka Amerika Serikat akan menjadi satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang belum mengakui Negara Palestina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya