Berita

Reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM)/Ist

Politik

UGM Jangan Bungkam soal Polemik Reuni Angkatan 80 Fakultas Kehutanan

KAMIS, 31 JULI 2025 | 02:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Reuni Angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, menimbulkan polemik baru.

Pasalnya banyak pihak meragukan puluhan peserta reuni yang hadir merupakan asli lulusan Fakultas UGM tahun 1985.

"UGM jangan bungkam, segera bersuara soal kontroversi reuni yang dihadiri Jokowi," kata budayawan dan pejuang kebudayaan Betawi, Mathar Ibnu Kamal kepada RMOL, Rabu 30 Juli 2025.


Mathar juga mendorong UGM buka-bukaan soal jurusan dari fakultas yang ada. 

"Kalau ternyata yang muncul kebohongan, UGM juga harus bertanggung jawab," pungkas Mathar.

Sebelumnya, pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Intelijen Netizen, dari puluhan peserta reuni yang berlangsung di aula gedung Integrated Forest Farming Learning Center, pada Sabtu 26 Juli 2025, bukan seluruhnya alumni Fakultas Kehutanan UGM.

"Selain W, Calo Terminal bis Tirtonadi Solo BS - Alumni ITB, teridentifikasi 11 lagi Termul berperan sebagai Peserta Reuni. Ada Y, L, B, S, H, SP,  A, SW, R, J, AF," kata Dokter Tifa dikutip dari akun X pribadinya, Senin 28 Juli 2025.

Menurut Dokter Tifa, mereka berasal dari beragam profesi, seperti teknisi, sopir truk, pertanian, sekuriti, karyawan koperasi, caleg gagal, korlap, dan lain-lain.

"Penyelidikan BIN masih berlangsung, jadi penyebutan nama masih inisial. Mungkin nanti akan ketahuan bahwa dari 60-an orang yang hadir," kata Dokter Tifa.

Dokter Tifa mengatakan, hanya sekitar 6-8 orang yang alumni asli Kehutanan UGM yang menghadiri reuni angkatan 80.

"Jika diperhatikan, mereka duduk di sudut, tertib, rapi, dan tampak bingung melihat gerombolan orang-orang dengan seragam sama, kaos biru tetapi sama sekali tidak mereka kenal," kata Dokter Tifa.

"Suatu saat mereka, para alumni asli ini akan mengikuti kata hati nuraninya, mereka akan bersaksi," sambungnya.











Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya