Berita

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025/RMOL

Politik

Rosan Ngadep Prabowo, Bahas Pembelian Tanah untuk Kampung Haji di Makkah

RABU, 30 JULI 2025 | 17:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Indonesia tengah dalam proses pembelian lahan di Makkah, Arab Saudi, untuk membangun kawasan khusus bernama Kampung Haji. 

Hal tersebut diungkapkan Rosan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025. 

Kepada awak media, Rosan menjelaskan bahwa inisiatif pembelian tanah sudah dimulai oleh Royal Commission of Makkah. Beberapa plot tanah sudah ditawarkan, baik yang sangat dekat dengan Masjidil Haram maupun yang jaraknya sekitar 1 hingga 2 kilometer. 


"Itu kalau benar-benar sangat dekat gitu, nempel malah, ada yang nempel di 8 plot, ada yang jaraknya dari 1 km, ada yang 2 km, ada yang nempel," ungkapnya. 

Menurut Rosan, langkah ini menjadi mungkin setelah Arab Saudi mengubah undang-undang kepemilikan tanah di Makkah. 

Perubahan ini, kata dia, merupakan hasil langsung dari komunikasi antara Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), yang memungkinkan pihak asing memiliki tanah dengan status freehold atau hak milik penuh.

"Untuk pertama kali ini diubah. Jadi undang-undang ini diubah, saya dikontak langsung oleh pemerintah Arab Saudi dan undang-undang ini kita akan melalui prosesnya," papar Rosan. 

Dia menyebut perubahan undang-undang kepemilikan tanah pihak asing dengan status hak penuh di Arab Saudi mulai berlaku efektif Januari 2026. 

“Mereka akan proses mengubah undang-undangnya. Jadi saya dikasih tahu undang-undang yang sudah mulai dirubah akan berlaku efektif bulan Januari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini proses masih dalam tahap pembelian lahan. Beberapa lahan yang ditawarkan memiliki kontur berbeda, ada yang datar, ada pula yang berbukit, dan sebagian masih dihuni oleh penduduk lokal. Namun, tanggung jawab relokasi sepenuhnya akan ditangani oleh pemerintah Arab Saudi.

“Untuk penduduknya ini, itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi. Jadi, harga yang kami tawarkan itu nanti sudah menyangkut harga untuk keadaan bersih lah istilahnya,” jelas Rosan.

Mengenai skema pembiayaan, Rosan mengatakan bahwa proyek akan dikelola oleh Danantara, perusahaan investasi strategis milik negara yang dipimpinnya. 

“Ini bisa bersifat komersial juga nanti ini bisa kita lihat kombinasinya tetapi kita danantara yang akan me-lead ini. Karena ini akan dibangun juga daerahnya, komersial area-nya dan paling penting bagaimana kita bisa menjaga para haji dan umroh kita ini bisa menjalankan ibadahnya dengan sangat-sangat baik,” katanya.

Terkait kisaran harga dan luas lahan, Rosan menyebutkan bahwa masih terdapat variasi tergantung lokasi dan kondisi lahan. 

“Ini kan luasnya ada yang dari 25 hektare sampai di atas 80 hektare juga ada. Tapi kita lihat ya. Tentunya kalau makin besar mungkin jaraknya tidak sedekat yang misalnya hanya 16 hektar gitu ya. Jadi kalau ada yang mengatakan oh mana ada tanah sebesar itu di Masjidil Haram,” ungkapnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya