Berita

Kwik Kian Gie/Ist

Publika

Indonesia Pasca-Kwik Kian Gie

Oleh: Yudhie Haryono*
RABU, 30 JULI 2025 | 15:54 WIB

LINI masa itu banjir ucapan duka cita. Begitulah jika sebuah bangsa kehilangan patriotnya. Ia yang menjadi pahlawan. Ia yang mewariskan perlawanan dan perjuangan. Melawan jahatnya tradisi KKN Orde Baru, dan berjuang menegakkan tradisi keadilan, kesejahteraan dan kesentosaan.

Kita tahu, Kwik Kian Gie (KKG) adalah salah satu ekonom terdepan yang kritiknya tajam, substantif dan arif terhadap kebijakan ekonomi-politik Orde Baru yang mentradisikan monopoli, oligopoli dan kleptokrasi sehingga menguntungkan segelintir orang: keluarga, kroni dan gedibalnya. Cara berekonomi yang dulu dikerjakan VOC hingga bangkrut dan dilawan oleh para pendiri republik.

Apa tawaran dari KKG? Ia mendaraskan pembangunan kita harus berbasis akal sehat dan pancasila. Pembangunan dan pengembangan ekonomi Indonesia harus berkeadilan serta berorientasi pada kesejahteraan plus kesentosaan. Itu juga cita-cita republik Indonesia.


Guna mensukseskan program utama itu, KKG menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas ekonomi Indonesia. Pendidikan kita harus diprogram ulang agar menghasilkan manusia merdeka dan mandiri di segala bidang. Tentu pendidikan yang tidak tercerabut dari sikon Indonesia dan budaya luhur bangsanya.

Dengan pendidikan dan kurikulum yang tepat, maka para lulusannya akan jadi manusia unggul, berdikari dan berdaulat. Dengan model, modul serta modal seperti itu, ketika jadi politisi dan pejabat, mereka tidak akan jadi penjahat, melainkan jadi pelayan serta panitia kesejahteraan rakyat.

Ada dua lagi pikiran KKG yang sangat penting kita perhatikan. Pertama adalah soal konglomerasi yang bertransformasi jadi oligarki. Kedua adalah soal kurs bebas yang bertransformasi jadi depresiasi rupiah.

Pada kasus konglomerasi dan oligarki, KKG berpendapat itu harus dihabisi karena anti kemanusiaan. Itu efek dari ekonomi pasar, anti negara dan berpijak pada nafsu kuasa yang serakah. Saat kita semua gagal men-delete tradisi oligarki, sesungguhnya kita tak lagi bernegara dan muspro proklamasi kemerdekaannya.

Pada soal depresiasi rupiah, KKG berpendapat bahwa itu adalah penurunan nilai mata uang Rupiah (IDR) terhadap mata uang lain yang disengaja untuk melumpuhkan ekopol Indonesia.

Secara umum, depresiasi rupiah itu karena terjadinya ketidakseimbangan ekonomi (defisit perdagangan, inflasi tinggi, atau ketidakstabilan politik); perubahan suku bunga (selisih kurs dan suku bunga); ketidakstabilan global (krisis ekonomi global, perang dagang, atau asimetrik).

Tetapi, hal-hal itu menurut KKG tidak menjelaskan utuh ekonomi kita. Sebab, yang terjadi memang ada agensi dan "tangan gelap" kerjasama asing, aseng dan asong dalam rantai hit guys dengan menempatkan Indonesia sebagai dapur pencucian uang gelap. Akibatnya sejak merdeka, rupiah kita terdepresiasi hingga 2.500 persen sampai kini.

Sebagai contoh saja, depresiasi rupiah terhadap dolar AS di akhir Desember 2024 sebesar 6 persen. Namun, jika dihitung dari 21 Juni 2023 sampai 21 Juni 2024 (setahun saja), depresiasi rupiah mencapai sekitar 8,45 persen.

Apa akibat dari depresiasi rupiah itu? Ada banyak sekali. Yang paling utama adalah "rupiah tidak berdaulat," ia tak menjadi tuan di negerinya sendiri; lalu terjadi lonjakan TKI/W yang mencari selisih kurs di luar negeri; harga impor meningkat (harga impor lebih mahal sehingga meningkatkan biaya produksi dan harga jual produk); ujungnya inflasi meningkat.

Dua problem dari desain jaringan global di atas sepertinya masih akan terus berlangsung. Kritik KKG tidak membuat elite negara ini bertobat dan mencari terobosan apalagi antitesa dan kontra skemanya. Hal ini karena cengkraman pasar masih kuat di istana, kelembagaan keuangan dan agensinya.

Singkatnya, Indonesia pasca KKG masih dicengkeram ekonomi pasar (baik kelembagaan maupun agensinya). Akibatnya, Indonesia kini menuju negeri miskin, bangsa senjang, warga-negara timpang, produsen babu dan terjajah secara struktural.

Tetapi, KKG lumayan beruntung. Ia sempat diuji semesta menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Semua ujian itu dijalani dengan lulus, dan nilai baik. Itulah mengapa kita merasa kehilangan besar.

Hebatnya, KKG sempat mendirikan dan mewariskan Institut Bisnis & Informatika Indonesia (IBII) yang sekarang dikenal sebagai Kwik Kian Gie School of Business. Tentu ini prestasi dahsyat yang tak banyak orang lain mampu. Selamat jalan pahlawan. Kami teruskan perjuanganmu.

*Penulis adalah CEO Nusantara Centre

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya