Berita

Data BPS kemiskinan menurun (tangkapan layar/RMOL)

Politik

PRIMA Kawal Program Prabowo Demi Turunkan Angka Kemiskinan

SELASA, 29 JULI 2025 | 15:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menurunnya angka kemiskinan nasional yang baru saja diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 25 Juli 2025, menjadi agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan ikut dikawal Partai Rakyat Adil dan Makmur (PRIMA).

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PRIMA, Wahida Baharudin Uppa memandang, data BPS yang menunjukkan tingkat kemiskinan nasional turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa pada Maret 2025.

Menurutnya, capaian pemerintahan Presiden Prabowo tersebut merupakan tonggak penting,  utamanya dalam perjalanan panjang menuju Indonesia yang lebih adil dan makmur.


"Penurunan tajam juga tercatat pada kategori kemiskinan ekstrem, dari 3,56 juta jiwa menjadi 2,38 juta jiwa, menandai langkah maju dalam memerangi ketimpangan paling parah," ujar Wahida kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 29 Juli 2025.

Kendati begitu, dia menyatakan PRIMA masih mencermati dengan serius adanya sedikit peningkatan angka kemiskinan di kawasan perkotaan, dari 6,66 persen menjadi 6,73 persen, meskipun di  pedesaan angka kemiskinan berhasil ditekan dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen.

"Tetapi, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, organisasi sosial, serta masyarakat yang terus bergotong royong memperkuat pemulihan ekonomi dan memperluas jangkauan perlindungan sosial," tuturnya.

Lebih lanjut, Wahidah memastikan apresiasi diberikan Partai PRIMA secara khusus terhadap arah kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Sosial (Kemensos) yang telah memulai transformasi fundamental dari pendekatan bantuan konsumtif menuju strategi pemberdayaan ekonomi rakyat.

"Program-program seperti PPSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi), KUBE (Kelompok Usaha Bersama), dan mekanisme graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH menuju kemandirian ekonomi, merupakan langkah progresif dan visioner," urainya. 

"Ini adalah wujud nyata dari keberpihakan negara kepada rakyat, tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi untuk bangkit, tumbuh, dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan nasional," demikian Wahidah menambahkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya