Berita

Google/Net

Dunia

Google Gagal Kirim Peringatan Gempa ke 10 Juta Orang Saat Tragedi Turki 2023

SENIN, 28 JULI 2025 | 11:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Google mengakui kegagalan sistem peringatan dini gempa buminya dalam memberikan peringatan yang akurat kepada jutaan orang saat gempa mematikan mengguncang Turki pada 6 Februari 2023. 

Dalam insiden tersebut, lebih dari 55.000 orang tewas dan lebih dari 100.000 lainnya luka-luka akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang kawasan Tenggara negara itu.

Menurut pengakuan Google kepada BBC pada Senin, 28 Juli 2025, sistem Android Earthquake Alerts (AEA) gagal mengirimkan peringatan tingkat tinggi “Ambil Tindakan” kepada sekitar 10 juta orang yang berada dalam radius 158 kilometer dari episentrum gempa berkekuatan 7,8 magnitudo. 


Padahal, sistem itu seharusnya memberikan waktu hingga 35 detik bagi pengguna untuk menyelamatkan diri.

Namun, pada kenyataannya, hanya 469 notifikasi "Ambil Tindakan" yang terkirim. Sebaliknya, sekitar 500.000 pengguna menerima peringatan tingkat rendah “Waspada”, yang dirancang untuk guncangan ringan dan tidak membunyikan alarm darurat.

“Sistem ini seharusnya membangunkan orang-orang dari tidur mereka, namun kenyataannya tidak terjadi,” tulis laporan BBC, menyoroti fakta bahwa gempa terjadi pukul 04.17 waktu setempat, saat banyak orang masih tertidur.

Pihak Google menyatakan bahwa "sistem sudah aktif” pada saat gempa terjadi, namun mengalami “keterbatasan algoritma deteksi” yang menyebabkan gempa pertama diremehkan sebagai guncangan 4,5 hingga 4,9 magnitudo. Padahal, kenyataannya jauh lebih besar.

"Kami terus meningkatkan sistem berdasarkan apa yang kami pelajari dari setiap gempa bumi," ujar juru bicara Google.

Kegagalan ini menjadi sorotan karena lebih dari 70 persen ponsel di Turki menggunakan sistem Android, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap sistem peringatan Google cukup tinggi.

Peneliti Google kemudian melakukan simulasi ulang gempa setelah memperbarui algoritma. Hasilnya, sistem baru menghasilkan 10 juta peringatan “Ambil Tindakan” dan 67 juta peringatan “Waspada” untuk wilayah terdampak, menunjukkan bahwa peningkatan signifikan sebenarnya mungkin dilakukan.

Google menekankan bahwa AEA dimaksudkan sebagai pelengkap, bukan pengganti sistem nasional. Namun, sebagian ilmuwan khawatir bahwa beberapa negara terlalu bergantung pada teknologi perusahaan swasta yang belum sepenuhnya teruji.

Saat ini, sistem AEA diklaim telah memberikan peringatan di 98 negara, namun efektivitas dan akurasinya kini terus dipertanyakan, terutama setelah insiden di Turki. 

BBC melaporkan bahwa mereka belum mendapat tanggapan dari Google terkait kinerja sistem tersebut dalam gempa terbaru yang mengguncang Myanmar pada 2025.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya