Berita

Tentara Israel/Net

Dunia

Dapat Tekanan Internasional, Israel Putuskan Setop Perang Gaza Tiga Hari

MINGGU, 27 JULI 2025 | 21:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Militer Israel mengumumkan akan menghentikan pertempuran di tiga wilayah padat penduduk di Jalur Gaza selama 10 jam setiap hari, sebagai langkah awal untuk mengatasi bencana kelaparan yang mengancam warga Palestina. 

Penghentian sementara ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel, yang menghadapi kritik keras atas krisis kemanusiaan yang memburuk akibat perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Menurut pernyataan resmi, jeda tempur akan diberlakukan mulai Minggu, 27 Juli 2025 di Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Muwasi dari pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat, dan akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut. 


Militer menyatakan bahwa jeda ini bertujuan untuk meningkatkan skala bantuan kemanusiaan yang dapat diakses oleh warga sipil di tengah konflik.

“Langkah-langkah ini diambil dalam koordinasi dengan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya untuk membuka koridor bantuan dan menjangkau populasi yang paling membutuhkan,” ujar juru bicara militer Israel dalam keterangannya, seperti dimuat AFP. 

Israel juga mengungkap bahwa pihaknya telah kembali melakukan pengiriman bantuan melalui udara ke wilayah Gaza, termasuk tepung, gula, dan makanan kaleng, di tengah meningkatnya kelaparan. 

Namun, para ahli pangan telah sejak lama memperingatkan bahwa tingkat distribusi masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari dua juta penduduk Gaza yang terdampak perang.

Gambar-gambar memilukan anak-anak kurus dan kelaparan dari Gaza telah menyebar luas, memicu reaksi keras dari komunitas internasional. 

Negara-negara sekutu dekat Israel pun menyerukan diakhirinya perang dan mendesak peningkatan bantuan kemanusiaan.

Setelah gencatan senjata terakhir berakhir pada Maret, Israel sempat menutup penuh akses masuk bantuan ke Gaza selama lebih dari dua bulan. Baru pada Mei, setelah tekanan internasional meningkat, Israel mulai melonggarkan blokade dengan mengizinkan sekitar 4.500 truk bantuan masuk. 

Namun angka tersebut masih jauh dari 500 hingga 600 truk per hari yang dibutuhkan menurut PBB. Bahkan, distribusi bantuan oleh PBB pun terhambat karena kekacauan dan penjarahan oleh massa kelaparan.

Israel menyalahkan Hamas atas krisis ini, menuduh kelompok tersebut menyedot bantuan untuk memperkuat kekuatan militer mereka. Namun tuduhan itu dibantah oleh PBB. 

“Sistem distribusi kami adalah yang paling efektif untuk menjangkau masyarakat sipil yang rentan. Tidak ada bukti kredibel bahwa Hamas mencuri bantuan secara sistematis,” tegas juru bicara PBB.

Israel kini juga mendukung alternatif distribusi melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza yang berbasis di AS. 

Meski demikian, laporan dari Kantor HAM PBB menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas sejak Mei saat berdesak-desakan demi mendapatkan makanan di pusat distribusi.

Konflik ini bermula sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di wilayah Israel selatan, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. 

Israel menanggapi dengan serangan besar-besaran ke Gaza, yang menurut Kementerian Kesehatan Gaza telah menewaskan lebih dari 59.700 orang, lebih dari separuhnya adalah perempuan dan anak-anak.

Saat ini, sekitar 50 sandera masih ditahan Hamas, meskipun lebih dari separuh di antaranya diyakini telah meninggal dunia.

Sementara harapan akan gencatan senjata permanen kian memudar, upaya diplomatik menemui jalan buntu. Pada Jumat lalu, 25 Juli 2025, Israel dan Amerika Serikat menarik kembali tim perunding mereka, menyalahkan Hamas atas kebuntuan tersebut dan menyatakan sedang mempertimbangkan opsi alternatif.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya