Berita

Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina memprotes genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza/Ist

Politik

Ribuan Warga Jabodetabek Kecam Dunia Bungkam terhadap Genosida Gaza

MINGGU, 27 JULI 2025 | 18:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ribuan warga Jabodetabek turun ke jalan di tengah kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta pada Minggu 27 Juli 2025.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) untuk memprotes genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dengan membuat jutaan warga Gaza terancam mati kelaparan.

Koordinator aksi Muhammad Fawwaz menyampaikan bahwa fase kelaparan di Gaza saat ini sudah memasuki tahap paling berbahaya dan tidak dapat dipulihkan.


"Tingkat kematian karena malnutrisi yang meningkat drastis adalah akibat blokade mencekik oleh penjajah Zionis sebagai bagian dari rencana genosida dan pembersihan etnis rakyat Palestina di Gaza," kata Fawwaz.

Para peserta aksi juga menyampaikan kekecewaan terhadap tatanan dan masyarakat dunia yang cenderung membiarkan dan tidak mencegah rakyat Gaza mati kelaparan.

"Fase kelaparan sangat buruk saat ini di Gaza bukan hanya akibat blokade Zionis, tetapi pembiaran dan impunitas dunia yang membuat blokade tersebut bertahan sangat lama, dan akhirnya terjadi bencana kelaparan yang fatal," kata Tere, salah satu orator dari komunitas Friends of Palestine.

Masyarakat yang mengikuti aksi tersebut terlihat memadati jalanan dengan membawa alat makan dan alat masak dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, kemudian Bundaran HI, dan dilanjutkan ke Kedutaan Besar Mesir.

Turut hadir dalam aksi tersebut sejumlah tokoh ARI-BP, di antaranya M. Zaitun Rasmin, Buya Hussein, Ustaz Zufar Bawazir, dan sejumlah tokoh lainnya.

Aksi ditutup dengan mengheningkan cipta kepada para syuhada Gaza dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

"Para tokoh umat dan masyarakat yang hadir mendesak Indonesia bergerak proaktif dalam memaksa masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur darat, khususnya terhadap Mesir dan Amerika Serikat yang seharusnya bertanggungjawab membuka blokade penjajah Zionis yang kejam itu," kata Fawwaz.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya