Berita

Kolase foto penulis dan konflik Thailand-Kamboja/RMOL

Publika

Perang Thailand-Kamboja dan Shuttle Diplomacy Indonesia

Oleh: Ahmad Khoirul Umam, Ph.D*
JUMAT, 25 JULI 2025 | 23:05 WIB

KONFLIK bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang kini memasuki fase perang terbuka menjadi ujian serius bagi sentralitas ASEAN sebagai penjaga stabilitas kawasan. 

Serangan dengan senjata modern yang diluncurkan Thailand bukan hanya mengguncang kawasan, tapi juga mempertaruhkan kredibilitas ASEAN di mata dunia.

Indonesia sebagai saudara tua atau “the big brother in ASEAN” dan Malaysia selaku ketua ASEAN saat ini, ditantang untuk segera mengambil peran sentral dalam meredam konflik. 


Publik menanti, apakah dua negara ini mampu membawa Thailand dan Kamboja kembali ke meja perundingan.

Belajar dari keberhasilan Indonesia di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sukses meredam konflik serupa pada 2011, kini giliran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang harus ambil langkah cepat dan konkret.

Menteri Luar Negeri Sugiono perlu digerakkan untuk menjalankan diplomasi antar-shuttle, menemui kedua belah pihak demi meredakan ketegangan.

Langkah awal: mendorong kedua negara menahan diri dan membuka peluang kehadiran observer netral, bahkan penjaga perdamaian dari negara-negara ASEAN, guna mencegah konflik meluas.

Indonesia juga mesti memimpin konsolidasi negara-negara ASEAN sebagai mediator aktif. 

Target utamanya: mendorong gencatan senjata, menyusun mekanisme penyelesaian konflik, dan menetapkan timeline resolusi. Langkah ini krusial demi mengembalikan stabilitas kawasan dan melanjutkan agenda pembangunan ekonomi regional.

*Penulis adalah Direktur Pascasarjana Studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya