Berita

Universitas Columbia/Net

Global

Universitas Columbia Rela Bayar Rp3,2 Triliun demi Akhiri Sengketa dengan Trump

KAMIS, 24 JULI 2025 | 17:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Universitas Columbia, salah satu institusi pendidikan tinggi paling bergengsi di Amerika Serikat, akan membayar denda sebesar 200 juta dolar AS atau Rp3,2 triliun kepada pemerintah AS. 

Pembayaran denda dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian sengketa yang mencuat akibat protes pro-Palestina di kampus mereka dan tekanan dari Presiden Donald Trump.

Langkah tersebut juga diambil untuk memulihkan sebagian besar dana federal Columbia yang sebelumnya dihentikan atau dibekukan pemerintah sejak Maret 2025. 


Tak sampai di situ, Columbia juga akan membayar tambahan 21 juta dolar AS atau Rp342 miliar untuk menyelesaikan investigasi dari Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) terkait tuduhan pelanggaran diskriminasi.

"Universitas Columbia telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelesaikan beberapa investigasi lembaga federal terkait dugaan pelanggaran undang-undang antidiskriminasi federal," bunyi pernyataan resmi universitas tersebut, seperti dikutip dari New York Post pada Kamis, 24 Juli 2025. 

Penyelesaian dilakukan setelah Trump, yang secara terbuka mengkritik universitas-universitas elite karena dianggap gagal melindungi mahasiswa Yahudi dari tindakan antisemitisme, mengancam akan mencabut dana federal. 

Ia juga menuduh Columbia dan institusi sejenis telah mencuci otak mahasiswa agar menentang nilai-nilai nasionalis yang ia usung.

Kesepakatan dengan Columbia dipandang sebagai kemenangan politik bagi Trump, yang sebelumnya mendesak langkah-langkah keras terhadap institusi yang ia anggap bias terhadap agenda sayap kanan. 

Trump menekan universitas dengan mempersoalkan sikap mereka terhadap gelombang protes pro-Palestina yang meletus di tengah perang Israel-Gaza.

Penjabat Presiden Columbia, Claire Shipman menyebut perjanjian ini menandai langkah maju yang penting setelah periode pengawasan federal yang berkelanjutan dan ketidakpastian kelembagaan. 

Shipman juga menekankan bahwa kesepakatan itu dirancang untuk tetap menjaga nilai-nilai akademik universitas.

“Yang terpenting, ini menjaga independensi kami, sebuah syarat penting bagi keunggulan akademik dan eksplorasi ilmiah, karya yang vital bagi kepentingan publik," jelasnya. 

Langkah-langkah tersebut menuai kecaman dari kelompok hak asasi dan mahasiswa, terutama setelah dua mahasiswa asal Palestina, Mahmoud Khalil dan Mohsen Mahdawi, ditahan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di tengah meningkatnya ketegangan kampus.

Columbia sebelumnya juga mendapat kritik keras karena tindakan tegas terhadap demonstran pro-Palestina, termasuk penangguhan dan pengusiran mahasiswa. 

Demonstrasi di Columbia sempat menjadi sorotan nasional, dan menjadi pemicu bagi anggota Partai Republik di Kongres untuk menginterogasi para pemimpin pendidikan tinggi soal dugaan antisemitisme.

Akibat tekanan tersebut, Presiden Columbia saat itu, Minouche Shafik, mengundurkan diri pada Agustus lalu, hanya beberapa pekan sebelum semester baru dimulai.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya