Berita

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar/RMOL

Bisnis

Rupiah Diproyeksi Stabil Usai BI Pangkas Suku Bunga

KAMIS, 24 JULI 2025 | 16:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah diprediksi akan tetap stabil setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan ke level 5,25 persen.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) BI, Firman Mochtar mengatakan hal tersebut tercermin dari kurs Rupiah yang terus menunjukkan penguatan signifikan selama beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data BI, Rupiah yang sempat menyentuh Rp16.700 per Dolar Amerika Serikat (AS), kini stabil di kisaran Rp16.200 per Dolar AS.


Menurutnya, nilai tukar tersebut didorong oleh aliran modal asing yang mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik setelah sempat keluar dari AS dan Eropa.

“Ketahanan eksternal Indonesia membaik dan neraca pembayaran surplus dan aliran modal ke Indonesia meningkat, sehingga mendukung penguatan Rupiah,” katanya dalam taklimat media di kantor BI, Jakarta pada Kamis, 24 Juli 2025.

Selain itu, tingkat inflasi juga masih terjaga di dalam kisaran, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sekitar 1,8 persen, sedangkan inflasi inti sebesar 2,3 persen.

Dalam rangka menjaga kestabilan dan memperkuat transmisi kebijakan moneter, Firman mengatakan BI akan terus melakukan sejumlah langkah, termasuk penurunan SRBI untuk menambah likuiditas perbankan, pembelian SBN di pasar sekunder, serta optimalisasi kebijakan likuiditas makroprudensial.

“Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BI untuk tidak hanya menjaga stabilitas harga dan kurs, tapi juga mendorong ketersediaan kredit bagi sektor riil,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data Bloomberg, Rupiah sore ini ditutup ke level Rp16.295 per Dolar AS. Rupiah menguat 8 poin atau tumbuh 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya