Berita

Anggota DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Ist

Nusantara

Nasib Guru Bantu di Jakarta Masih Memprihatinkan

KAMIS, 24 JULI 2025 | 06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nasib guru bantu di Provinsi DKI Jakarta masih memprihatinkan. Meski telah lama mengajar di sekolah, banyak dari mereka belum memiliki status kepegawaian yang jelas.

Demikian diungkapkan Anggota DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 23 Juli 2025.

"Sampai sekarang masih banyak mengeluhkan kepada saya, dan juga minta diadvokasi agar guru-guru bantu statusnya diperjelas, apakah bisa diajukan sebagai PNS atau PPPK," kata Azis.


Politikus PKS ini meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi yang layak kepada para guru bantu yang telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan. 

"Saya minta ini diperjelas bagaimana kebijakan kita untuk mengapresiasi guru-guru bantu yang sudah banyak membantu kita mengajar di sekolah-sekolah," pungkas Azis. 

Diketahui guru bantu adalah tenaga kependidikan yang diangkat oleh Pemprov DKI Jakarta untuk membantu tugas guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Mereka memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan di Jakarta. 

Guru bantu bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi mereka diangkat dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur. 

Tugas guru bantu meliputi membantu guru dalam mengajar, membimbing siswa, serta tugas-tugas administratif terkait pembelajaran.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya