Berita

Kolase Partai Gerindra dan PDIP/Ist

Politik

Gerindra-PDIP Ibarat Kakak-Adik Tanpa Harus Segerbong

RABU, 23 JULI 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hubungan Partai Gerindra dan PDIP seperti kakak dan adik menuai beragam tafsiran. 

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan tersebut merupakan gambaran umum relasi antarpihak di panggung politik nasional.

"Presiden Prabowo ingin menunjukkan bahwa hampir semua partai politik di Indonesia memiliki hubungan persahabatan yang cukup baik dan tidak pernah sampai pada konfrontasi berlebihan," ujar Adi, seperti dikutip redaksi melalui kanal YouTube miliknya, Rabu, 23 Juli 2025.


Menurutnya, pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan antarpartai tetap berlangsung mesra, meskipun kerap terjadi persaingan politik yang ketat.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu juga menyoroti posisi PDIP sebagai partai yang lebih dulu hadir secara historis dan kini memilih berada di luar pemerintahan. 

Dalam konteks itu, Prabowo dinilai ingin menyampaikan bahwa kedekatan dan kerja sama politik tidak harus diwujudkan melalui koalisi atau posisi dalam pemerintahan.

"Harapan terbesarnya tentu, ketika PDIP tidak menjadi bagian dari pemerintahan, maka PDIP bisa menjadi mitra kritis yang tampil ke depan memberikan kontrol, perimbangan, dan check and balances," imbuhnya.

Adi menegaskan, pernyataan Prabowo soal ‘kakak-adik’ sangat rasional. Ia menyebut, dalam politik sah-sah saja bersahabat dan merasa bersaudara, namun jika pilihan politik berbeda dan memilih di luar pemerintahan, hal itu justru memperkaya demokrasi.

"Boleh berteman, bersahabat, bersaudara, boleh mengaku kakak adik, tapi kalau kalah dalam pemilu lalu memilih di luar, bagi saya itu cocok," pungkasnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya