Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo/Ist

Politik

Istilah Serakahnomic Cocok untuk Keluarga Jokowi

SELASA, 22 JULI 2025 | 18:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melontarkan istilah “serakahnomic” untuk mengkritik kelompok tertentu yang dinilai serakah dan terus-menerus mengeruk kekayaan negara. 

Menurut Syahganda, istilah tersebut tepat menggambarkan perilaku politik dinasti yang menurutnya tercermin dalam keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.

“Kalau bicara soal ‘serakahnomic’, maka keluarga serakah itu adalah Jokowi,” ujar Syahganda saat menjadi narasumber di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa, 22 Juli 2025.


Ia menyoroti posisi strategis yang kini dipegang oleh keluarga Presiden Jokowi, seperti putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Wakil Presiden terpilih.

Lalu menantunya Bobby Nasution yang menjabat Wali Kota Medan dan dikabarkan akan mencalonkan diri sebagai gubernur, serta Kaesang Pangarep yang kini menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Ini artinya keluarga serakah. Jokowi juga otak serakah. Belum ada presiden sebelumnya yang seperti dia,” ucapnya.

Syahganda membandingkan sikap Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya, seperti Soekarno, Soeharto, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, para pendahulu Jokowi tidak mendorong keluarganya untuk mengisi jabatan strategis selama mereka masih berkuasa.

“SBY tidak pernah mendorong anaknya saat masih berkuasa. Begitu juga Megawati. Anaknya hanya menjadi anggota DPR, bukan menteri. Ini bagian dari kaderisasi," jelasnya.

Pernyataan Presiden Prabowo tersebut diungkapkan dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 20 Juli 2025. 

"Jadi ternyata kita ada fenomena baru. Saya, kita mazhabnya tadi mazhab ini, mazhab itu. Ini ada masa baru ekonomi, itu yang saya sebut mazhab serakahnomics," ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya