Berita

Petani kopi Kamojang/Ist

Bisnis

Pertamina Bawa Kopi Petani Kamojang ke Pasar Asia dan Eropa

SELASA, 22 JULI 2025 | 15:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) bersama para petani kopi Kamojang menggelar panen bersama dan ekspor perdana Kopi Geothermal Kamojang.

Dirut PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi mengatakan, kegiatan panen bersama ini menjadi wujud nyata panas bumi tak hanya dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, melainkan juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Semangat para petani kopi di Kamojang menjadi inspirasi PGE untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat," kata Julfi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 22 Juli 2025.


Ia juga menegaskan komitmen PGE membangun ekosistem berkelanjutan untuk mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis energi panas bumi, sekaligus agar pemanfaatan bisa dirasakan merata dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Saat ini, PGE bermitra dengan 18 kelompok tani dan memberdayakan 312 petani kopi lokal dengan luas lahan mencapai 80 hektare di sekitar WKP PGE Kamojang melalui program 'Geothermal Coffee Process’ (GCP).

Sepanjang 2024, total penjualan mencapai 4,9 ton green beans, 640 kilogram roasted beans, dan 17.500 bungkus ground coffee, menghasilkan omzet sebesar Rp863,9 juta.

Lebih dari itu, panen bersama ini sekaligus menandai ekspor perdana kopi panas bumi dengan total volume ekspor mencapai 15 ton ke Asia dan Eropa.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan, inovasi pemanfaatan teknologi untuk memberdayakan petani kopi hingga ke tingkat global dari PGE Pertamina Group sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan teknologi.

“Inovasi untuk petani kopi juga bagian dari upaya Pertamina meningkatkan produk lokal ke tingkat global,” jelas Fadjar.

Adapun panen ini merupakan bagian dari hasil penerapan teknologi Geothermal Dry House yang dikembangkan PGE bersama petani sejak tahun 2018.

Melalui serangkaian pengamatan, riset, dan uji coba, teknologi ini lahir sebagai solusi atas tantangan geografis wilayah Kamojang. Memanfaatkan uap buangan dari steam trap panas bumi sebagai sumber panas alternatif, Geothermal Dry House mempercepat proses pengeringan kopi secara efisien dan ramah lingkungan.

Inovasi ini telah memperoleh hak paten dan menjadi teknologi pertama di dunia yang secara langsung memanfaatkan energi panas bumi dalam pengolahan kopi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya