Berita

Direktur Utama PGN Arief S Handoko (kiri)/Ist

Bisnis

PGN Komitmen Perkuat Infrastruktur Gas Bumi Nasional

SELASA, 22 JULI 2025 | 12:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Subholding Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berupaya memperkuat infrastruktur gas bumi nasional demi memastikan pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata.

Melalui strategi pengembangan jangka panjang, PGN terus menjawab tantangan mismatch antara lokasi pasokan dan permintaan gas bumi, khususnya di wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Sumatera dan Jawa bagian barat.

Direktur Utama PGN, Arief S Handoko mengungkap permintaan gas bumi di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat cukup tinggi namun tidak dibarengi dengan infrastruktur memadai.


"Sementara itu, pasokan gas justru berlebih di wilayah Jawa Timur," ujar Arief dalam keterangannya, Selasa, 22 Juli 2025.

Untuk mengatasi masalah ini, PGN berupaya memenuhi sebagian permintaan gas melalui pemanfaatan LNG sebagai alternatif pasokan. Arief juga menekankan pentingnya keberlanjutan pasokan LNG domestik agar dioptimalkan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Tantangan selanjutnya adalah bagaimana PGN dapat memperoleh pasokan LNG secara kontinu dan sustain, dengan harga yang tetap kompetitif bagi pelanggan,” tambah Arief.

Saat ini, PGN tengah mengembangkan berbagai proyek strategis infrastruktur gas pipa dan LNG, antara lain pembangunan Pipa Tegal-Cilacap, Terminal LNG Arun, serta melakukan Revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan.

PGN mencanangkan alokasi investasi sebesar 67 persen dari total capex sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat infrastruktur gas bumi.

Arief berujar, terdapat empat faktor utama yang dapat menjelaskan kondisi gas nasional saat ini, yakni availability atau ketersediaan pasokan dari hulu, accessibility atau infrastruktur memadai, affordability atau daya beli pelanggan, dan sustainability atau keberlanjutan.

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Arief.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya