Berita

Gubernur Nusa Tenggara Barat Emanuel Melkiades Laka Lena saat kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu eksisting di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai/Ist

Nusantara

Sapa Warga Sekitar PLTP Ulumbu, Gubernur Melki: Orang NTT Patut Bangga dengan Geothermal

SENIN, 21 JULI 2025 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat Nusa Tenggara Barat patut bangga sebagai salah satu penggerak awal transisi energi melalui panas bumi di Indonesia. 

Pesan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat Emanuel Melkiades Laka Lena saat kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu eksisting di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai.

"Penggerak awal panas bumi di Indonesia itu orang NTT asal Pulau Sabu," ujar Melki dalam keterangan tertulis, Senin 21 Juli 2025.


Melki mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir menyambut energi bersih di NTT. PLTP Ulumbu eksisting (10 MW) yang telah beroperasi 13 tahun, menjadi bukti aman dan ramahnya pembangkit geothermal terhadap lingkungan sekitar.

"Apakah pasca beroperasinya Ulumbu produktivitas pertanian menurun? Apakah terjadi keracunan? Apakah membuat hewan ternak mati mendadak? Apakah ada warga yang tidak bisa tidur nyenyak karena beroperasinya PLTP Ulumbu?" tanya Gubernur Melki ke warga Desa Wewo.

Mengamini pernyataan Gubernur Melki, warga yang hadir secara serentak menyatakan bahwa mereka tak pernah merasakan dampak buruk dari operasional PLTP Ulumbu.

"Hasil pertanian kami baik, begitu juga ternak," ucap salah seorang warga Desa Wewo.

Terpisah, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, mengungkapkan dalam upaya swasembada energi, PLN melibatkan beberapa teknologi kunci yang teruji dalam hal konversi energi panas bumi menjadi listrik.

PLN, kata Yasir, juga harus memastikan sepanjang penggarapan dan operasional PLTP di NTT, selalu sejalan dengan pemantauan kondisi lingkungan sekitar. 

Pemantauan lingkungan sekitar wilayah geothermal ini mencakup aspek kualitas air, udara, getaran, kebisingan, termasuk kondisi sosial masyarakat sekitar proyek.

"Setiap tahapan dilaksanakan secara partisipatif dan transparan, melibatkan pemerintah daerah, pemilik lahan, serta tokoh masyarakat setempat, sebagai bagian dari komitmen PLN untuk menjalankan proyek berbasis musyawarah yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokal," pungkasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya