Berita

Gubernur Banten Andra Soni (dua kiri) dalam lomba memasak berbasis kompor induksi/Ist

Nusantara

Dorong Transisi Energi, Gubernur Andra Soni Masak Menu Sehat dengan Kompor Induksi Bersama PLN

SENIN, 21 JULI 2025 | 08:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam rangka mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan berbasis energi bersih, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Tim Penggerak PKK menggelar kegiatan Electrifying Lifestyle Vaganza.

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Banten Andra Soni itu, diisi dengan lomba memasak berbasis kompor induksi menggunakan bahan makanan Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Hadir juga Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ketua Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PLN UID Banten, Lilian Joharifin, serta Srikandi PLN UID Banten. 


Andra Soni dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan PLN untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap transisi energi bersih.

“Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap sinergi seperti ini bisa terus dilakukan untuk mendorong pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor, termasuk rumah tangga dan UMKM,” ujar Andra dalam keterangan tertulis, Senin 21 Juli 2025.

Lebih lanjut, Andra Soni juga menyampaikan harapannya agar penggunaan kompor induksi dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi emisi karbon di Provinsi Banten.

“Kompor induksi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih efisien dan aman. Ini sejalan dengan target kita menuju net zero emission pada 2060, sekaligus mendukung program prioritas daerah seperti ketahanan pangan dan pencegahan stunting,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung program transisi energi di daerah.

“Electrifying Lifestyle Vaganza merupakan langkah nyata kami dalam mendorong masyarakat beralih ke peralatan listrik yang ramah lingkungan. Kompor induksi contohnya, memiliki efisiensi termal hingga 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kompor gas,” jelas Joharifin.

Lebih lanjut, Joharifin menekankan dari segi biaya, kompor induksi bahkan lebih hemat. Untuk merebus satu liter air, kompor gas memerlukan biaya sekitar Rp170, sementara kompor induksi hanya sekitar Rp120. 

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya edukatif tetapi juga membuktikan bahwa gaya hidup hemat energi dan ramah lingkungan sangat mungkin diterapkan di tengah masyarakat.

“Kami siap mendukung program-program prioritas Pemprov Banten seperti Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat, hingga Swasembada Energi melalui berbagai inisiatif elektrifikasi,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya