Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman/Ist

Politik

Mentan Andi Amran Mendadak Dipanggil Prabowo, Bahas Polemik Beras Oplosan?

MINGGU, 20 JULI 2025 | 20:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat soal kualitas dan harga beras, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman diminta hadir dalam rapat terbatas (Ratas) yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, 20 Juli 2025.

Pertemuan Amran dan Prabowo berlangsung secara tertutup di ruang VIP bandara dan dikabarkan memakan waktu sekitar satu jam.

Meski tidak diumumkan secara resmi, keberadaan Mentan di lokasi yang sama dengan Kepala Negara memicu spekulasi publik. 


Apalagi saat ini sejumlah isu strategis sedang mencuat, terutama terkait stabilitas harga beras nasional dan dugaan praktik pengoplosan beras oleh puluhan produsen yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Belakangan Amran menjadi pusat perhatian publik, menyusul langkah tegasnya melaporkan 212 merek beras yang diduga tidak sesuai mutu alias oplosan kepada Satgas Pangan Polri. 

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, membenarkan adanya agenda pertemuan Amran dan Prabowo di Lanud Halim hari ini 

“Benar, Bapak Menteri (Amran) bertemu Presiden di Bandara Halim siang tadi,” ujar Arief dalam keterangannya kepada media.

Namun demikian, Arief enggan merinci pokok pembicaraan maupun agenda khusus yang dibahas dalam pertemuan tersebut. 

Sumber internal mengungkapkan bahwa Prabowo dalam sejumlah kesempatan kerap meminta laporan langsung dari para menteri teknis, terutama yang menangani sektor-sektor strategis seperti pangan. 

Langkah ini merupakan bagian dari gaya kepemimpinan Prabowo yang menekankan respons cepat dan kebijakan berbasis data lapangan, terlebih jika menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Saat ini, fokus utama pemerintah di sektor pangan tertuju pada dua hal krusial. Pertama, upaya penstabilan harga beras di tengah potensi gejolak pasokan nasional akibat dinamika cuaca dan distribusi. 

Kedua, penanganan serius terhadap kasus dugaan pengoplosan 212 merek beras, yang kini tengah diproses oleh Satgas Pangan Polri dan Kepolisian Republik Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi pengendalian, dalam beberapa pekan terakhir pemerintah juga terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

Melalui program ini, beras didistribusikan secara masif ke pasar-pasar tradisional dan ritel modern guna meredam kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya