Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kesepakatan Dagang dengan AS Berpotensi Rugikan Indonesia

MINGGU, 20 JULI 2025 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

  Pemerintah diingatkan untuk mengantisipasi dampak negatif dari kesepakatan dagang baru antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). 

Ekonom dari Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, menilai isi kesepakatan tersebut sangat tidak seimbang dan merugikan posisi Indonesia.

“Kesepakatan ini sangat berat sebelah dan menunjukkan bahwa posisi Indonesia tidak setara dengan Amerika,” ujar Farouk lewat keterangan resminya, Minggu, 20 Juli 2025.


Menurutnya, meskipun tarif ekspor Indonesia ke AS diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen, penurunan tersebut dibarengi dengan berbagai kewajiban yang memberatkan Indonesia.

Di antaranya, kewajiban menghapus seluruh tarif impor untuk produk AS, pembelian produk energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian USD 4,5 miliar, serta pembelian 50 unit pesawat Boeing. Indonesia juga diminta membuka akses bebas tarif untuk produk pertanian, perikanan, dan peternakan dari AS.

Farouk menilai ketentuan tersebut jauh lebih berat dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam yang masing-masing hanya dikenai tarif 25 persen dan 20 persen tanpa kewajiban tambahan. 

“Ini merupakan bentuk neo-kolonialisme dan neo-imperialisme gaya baru dari AS, dan ironisnya diterima dengan gembira oleh pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Mantan pejabat senior Islamic Development Bank (IDB) ini memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu banjirnya produk-produk AS ke Indonesia, yang dapat merusak industri dalam negeri dan mempercepat deindustrialisasi. Ia juga mengingatkan risiko terhadap neraca perdagangan Indonesia.

“Surplus perdagangan kita terhadap AS sebesar USD 18 miliar bisa berubah menjadi defisit. Sementara dari sisi fiskal, berpotensi terjadi shortfall penerimaan pajak dan PNBP hingga IDR 200 triliun,” ujarnya.

Farouk mendesak pemerintah untuk segera berkoordinasi dengan pelaku ekspor guna mencari alternatif pasar ekspor. Diversifikasi pasar, menurutnya, menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada AS.

Ia juga mengusulkan agar Indonesia mulai mengambil pendekatan seperti “the World minus One” yang digunakan Singapura, yakni memperluas kerja sama global dengan mengesampingkan AS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya