Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto/Net

Politik

Ekonom Wanti-wanti Pemerintah Beli Produk AS dalam Jumlah Wajar

JUMAT, 18 JULI 2025 | 16:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah diingatkan untuk tidak gegabah dalam memenuhi komitmen pembelian produk dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru antara kedua negara.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai bahwa pembelian produk AS yang dibutuhkan Indonesia patut dilakukan.

Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga agar ketentuan dan harga pembelian tetap rasional dan tidak merugikan kepentingan nasional.


“Terkait dengan komitmen membeli produk AS, ini oke saja mengingat kita memang membutuhkan produk tersebut, yang perlu dipastikan adalah agar term pembelian dan harganya kompetitif dan tidak memberatkan Indonesia,” kata Wijayanto kepada RMOL, Jumat, 18 Juli 2025.

Ia menambahkan, kesepakatan dagang ini pada dasarnya bersifat menguntungkan kedua belah pihak asalkan Indonesia mendapatkan tarif yang lebih baik dari negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan India.

Menurutnya, meskipun kontribusi ekspor Indonesia ke AS hanya sekitar 9,9 persen dari total ekspor dan 2,2 persen dari PDB, Amerika tetap dianggap sebagai mitra strategis karena menyumbang hampir separuh dari total surplus perdagangan Indonesia.

“Ia (AS) mewakili 45 persen dari total trade surplus. Jadi, AS merupakan partner penting,” katanya.

Lebih lanjut, ia melihat kesepakatan ini datang di saat yang tepat, seiring akan rampungnya perjanjian dagang IEU-CEPA dengan Uni Eropa. Namun, ia menekankan bahwa dua peluang besar ini hanya akan maksimal jika investasi dan daya saing produk dalam negeri terus dibenahi.

"Kesepakatan dengan EU dan dengan AS ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, ini hanya bisa dilakukan jika kita mempunyai produk yang kompetitif sehingga memperbaiki iklim berusaha, berinvestasi dan berinovasi di Indonesia harus diperbaiki dengan serius," tandasnya.

Adapun dalam kesepakatan terbaru dengan AS, Presiden Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 19 persen untuk produk ekspor dari Indonesia. Tarif ini lebih rendah dibandingkan beban 32 persen yang sebelumnya diberlakukan oleh Washington.

Namun, sebaliknya, Washington tidak akan membayar tarif apapun atas akses ke sumber daya Indonesia, termasuk tembaga yang disebut Trump sebagai akses penuh ke RI.

Trump menyebut kesepakatan dengan Indonesia ini juga mencakup komitmen untuk membeli produk-produk asal AS. 

Komitmen tersebut antara lain mencakup pembelian energi senilai 15 miliar Dolar AS (sekitar Rp244 triliun), produk pertanian senilai 4,5 miliar Dolar AS (Rp73 triliun), serta 50 pesawat Boeing, mencakup seri Boeing 777.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya