Berita

Ilustrasi/Dok: DPRD DKI

Hukum

Jika Terbukti, Beras Oplosan Food Station Harus Ditarik

JUMAT, 18 JULI 2025 | 10:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, menjadi sorotan publik usai terseret dalam dugaan kasus pengoplosan beras. 

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mendesak agar Pemprov DKI membuka kanal pengaduan publik serta melakukan audit internal dan eksternal secara terbuka.

“Kanal pengaduan harus dibuka secara transparan dan mudah diakses warga agar menjadi bagian dari sistem pendukung pengawasan publik,” kata Rio, lewat keterangan resminya, Jumat, 18 Juli 2025.


Rio juga menegaskan bahwa audit eksternal diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMD. Ia memastikan Komisi B DPRD siap memanggil manajemen Food Station untuk dimintai klarifikasi setelah audit rampung.

“Sampai saat ini kami masih menunggu proses investigasi. Tapi kami siap kapan saja untuk menggelar rapat,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri turut menyelidiki dugaan pengoplosan beras yang dilaporkan Kementerian Pertanian. Empat produsen tengah diperiksa, termasuk PT Food Station Tjipinang Jaya, Wilmar Group, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan beras dari Food Station akan ditarik dari peredaran jika terbukti dioplos.

“Kalau terbukti dioplos akan ditarik,” tegas Hasudungan.

Saat ini, KPKP masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel beras yang diambil dari gudang Food Station.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya