Berita

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Didin S Damanhuri/Ist

Bisnis

AS Menang Besar soal Kesepakatan Tarif Baru

KAMIS, 17 JULI 2025 | 20:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menurunkan tarif impor terhadap produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Kesepakatan ini dicapai setelah negosiasi bilateral cepat antara Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Prof. Didin S Damanhuri menilai kesepakatan tarif baru tersebut memberikan kemenangan besar bagi AS. 

Menurut Didin, seharusnya banyak yang bisa dilakukan sebelum menyetujui apa yang menjadi tekanan dari Negeri Paman Sam kepada kepentingan ekonomi nasional Indonesia.


"Berdasarkan imbalan penurunan tarif ini, Indonesia akan membuka seluruh pasar domestik untuk produk-produk AS," kata Didin dalam keterangan tertulisnya, Kamis 17 Juli 2025.

Dalam kesepakatan tarif baru itu, Indonesia setuju untuk membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS (Rp 255 triliun), membeli produk agrikultural senilai 4,5 miliar dolar AS (Rp76,5 triliun) dan membeli 50 unit pesawat Boeing 777. Serta memberikan akses penuh kepada peternak dan nelayan AS ke pasar Indonesia.

"Indonesia terkesan meminta belas kasihan dan hanya terfokus kepada Pemerintah AS,” kata Guru Besar IPB Bogor ini.

Seharusnya, kata Didin, Indonesia menggunakan sentimen bersama karena adanya ancaman retaliasi kolektif bersama BRICS. Lalu tahap selanjutya adalah juga melakukan pendekatan ke Kongres, yang merupakan pusat pembuatan kebijakan politik dan pemerintahan AS dibuat. 

“Tim juga seharusnya dilengkapi diplomat senior dan ahli hukum perdagangan internasional," kata Didin.

Lebih lanjut, saran Didin, Indonesia bisa menaikkan posisi tawar, seperti segera melakukan divesifikasi tujuan ekpor nontradisional (negara-negara BRICS, Eropa, Afrika, Amerika Latin). 

“Di dalam negeri perlu memobilisasi opini publik seluas mungkin bersama kalangan organisasi pengusaha, Kadin, Hipmi, Asprindo, NGO, ormas, suara keras DPR, akademisi dan seterusnya sehingga tidak terlihat dan terkesan pemerintah berjalan sendirian," kata Didin.

Sementara itu, kepada AS hendaknya diciptakan rantai pasok di mana perusahaan-perusahaan Indonesia menjadi bagian dari Investasi AS di Indonesia dengan beberapa skema seperti di antaranya joint venture, subkontrak dan lain-lain dengan perusahaan lokal. 

Di lain pihak, sambung Didin, disiapkan relokasi industri China yang dapat memperkuat hilirisasi dan reindustrialisasi di Indonesia dengan melibatkan UMKM lokal, seperti untuk  smratphone, agroindustri, elektronik, baterai, mobil listrik.

"Untuk kepentingan itu, juga perlu dibuatkan zona industri yang baik dalam kerangka rantai pasok dengan AS maupun China," pungkas Didin.




Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya