Berita

Garuda Indonesia/Ist

Bisnis

Prabowo Deal dengan AS, Garuda Langsung Bahas Armada Baru dengan Boeing

KAMIS, 17 JULI 2025 | 19:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Maskapai Garuda Indonesia tengah melakukan komunikasi intensif dengan produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing terkait rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin memborong 50 unit pesawat jet penumpang tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Presiden AS Donald Trump terkait penurunan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, menyambut positif kebijakan kedua kepala negara itu yang dinilai memberikan angin segar bagi rencana ekspansi armada maskapai pelat merah tersebut.


"Kesepakatan antara Presiden RI dan Presiden Amerika Serikat merupakan kabar baik bagi Garuda Indonesia, karena hal tersebut selaras dengan strategi jangka panjang Garuda untuk menambah armada menjadi sekitar 120 pesawat dan mengoptimalkan jaringan hingga 100 rute dalam 5 tahun ke depan," ujar Cahyadi saat dihubungi RMOL pada Kamis 17 April 2025.

Ia mengungkapkan, komunikasi antara Garuda Indonesia dan Boeing sejatinya telah terjalin dalam beberapa waktu terakhir. Namun, setelah kesepakatan antara Prabowo dan Trump berjalan, intensitas pembicaraan antara keduanya kini semakin meningkat.

"Garuda dan Boeing tengah melanjutkan komunikasi secara intensif untuk membahas detil kebutuhan armada yang sesuai dengan pangsa pasar Garuda Indonesia, termasuk tentang jenis pesawat, timeline delivery, dan hal-hal lainnya," jelasnya.

Meski demikian, Cahyadi belum bisa memastikan waktu hingga jenis pembelian armada tersebut, karena masih menunggu ketersediaan pasokan dari Boeing.

"Waktu dan jenisnya bergantung dari kesiapan pabrikan pesawat untuk menyediakan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan Garuda Indonesia," tutur Cahyadi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan pembelian pesawat Boeing diperlukan untuk memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional unggulan.

"Memang kita kan perlu membesarkan Garuda. Garuda adalah kebesaran kita. Garuda adalah flag carrier national. Garuda lahir di dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus jadi lambang Indonesia," ujar Prabowo pada Rabu, 16 Juli 2025.

Ia menambahkan, untuk merealisasikan cita-cita tersebut, Garuda membutuhkan penambahan armada secara signifikan.

"Saya bertekad membesarkan Garuda, untuk itu kita butuh pesawat baru," lanjutnya.

Prabowo juga menekankan bahwa keputusan pembelian pesawat Boeing didasarkan pada pertimbangan bisnis yang saling menguntungkan. Indonesia butuh pesawat, dan AS siap menjual.

"Saya kira nggak ada masalah, kita butuh, mereka mau jual. Pesawat Boeing juga cukup bagus," pungkasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya