Berita

bank bjb mengeluarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR014/Ist

Bisnis

bank bjb Jual SBR014 agar Hidup Masyarakat Lebih Terencana

KAMIS, 17 JULI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel kembali ditawarkan bank bjb seri SBR014 dalam mendukung inklusi keuangan nasional.

SBR014 menjadi solusi investasi bagi masyarakat yang menginginkan kupon kompetitif. Ditawarkan dalam dua tenor, yakni dua tahun (SBR014T2) dan empat tahun (SBR014T4), produk ini memberikan Kupon masing-masing minimal 6,25 persen dan 6,35 persen per tahun, yang dibayarkan rutin setiap bulan.

Kupon SBR014 bersifat mengambang dengan batas bawah (floating with floor) mengikuti suku bunga acuan BI Rate. Namun investor tidak perlu khawatir karena tingkat kupon tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditentukan sejak awal masa penawaran.


bank bjb memastikan pembelian SBR014 dapat dilakukan secara mudah dan nyaman melalui kanal digital bank bjb. Hal ini sejalan dengan misi perseroan dalam menyediakan akses keuangan modern dan inklusif bagi masyarakat di berbagai daerah.

"Dengan minimal pembelian hanya Rp1 juta dan maksimal mencapai Rp5 miliar untuk tenor dua tahun serta Rp10 miliar untuk tenor empat tahun, investasi ini sangat terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat," kata Corporate Secretary bank bjb, Ayi Subarna, Kamis, 17 Juli 2025.

Investor SBR014 memiliki opsi early redemption, yaitu pencairan hingga 50 persen dari pokok investasi setelah periode tertentu, yakni setelah satu tahun untuk tenor dua tahun, dan setelah dua tahun untuk tenor empat tahun.

Investor juga akan memperoleh pendapatan pasif berupa kupon bulanan yang masuk langsung ke rekening bank setiap tanggal 10, setelah dipotong pajak final sebesar 10 persen.

Melalui fitur kupon rutin, masyarakat dapat mengatur cashflow dengan lebih stabil. Investasi ini sangat ideal untuk individu yang menginginkan sumber pemasukan tambahan yang konsisten tanpa mengorbankan keamanan pokok dana.

Dari sisi risiko, SBR014 tergolong sangat rendah karena dijamin langsung oleh negara sesuai dengan UU 24/2002 tentang Surat Utang Negara. Hal ini menjadikannya pilihan investasi yang kredibel dan stabil, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan membeli SBR014, masyarakat turut serta dalam pembiayaan pembangunan nasional. Setiap rupiah yang diinvestasikan menjadi kontribusi nyata dalam menopang APBN dan program-program strategis pemerintah.

"bank bjb mendukung penuh semangat tersebut dengan mempermudah masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penguatan ekonomi negara," tegasnya.

Pembukaan masa penawaran SBR014 dimulai sejak 14 Juli hingga 7 Agustus 2025. Setelah masa tersebut, investor akan menerima kupon pertama pada 10 September 2025 (short coupon). Sementara itu, jatuh tempo untuk SBR014T2 akan terjadi pada 10 Agustus 2027 dan untuk SBR014T4 pada 10 Agustus 2029.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya