Berita

Komunitas ojek online Unit Reaksi Cepat (URC)/Ist

Nusantara

Tolak Status Pekerja, Unit Reaksi Cepat Ojol Suarakan Tritura Aspal

RABU, 16 JULI 2025 | 14:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komunitas ojek online (Ojol) mengatasnamakan Unit Reaksi Cepat (URC) menolak keras rencana perubahan status pengemudi ojol dari mitra menjadi pekerja tetap. 

“Kami bukan buruh, kami mitra mandiri. Kami menolak regulasi yang memaksa pengemudi masuk dalam sistem kerja subordinatif. Sudah cukup kami diam, sekarang kami bicara,” tegas jenderal lapangan URC, Achsanul Solihin dalam pernyataan sikapnya, Rabu, 16 Juli 2025.

Achsanul mengklaim, pernyataan sikap tersebut dikeluarkan setelah URC mendengar aspirasi pengemudi ojol dari berbagai kalangan dan wilayah.


Ada tiga sikap yang dikeluarkan URC yang dilabeli sebagai "Tritura URC" atau tiga tuntutan rakyat aspal. Pertama, menolak status pengemudi ojol menjadi buruh atau pekerja.

"Kami bukan karyawan, bukan staf kantor. Kami adalah mitra mandiri yang punya hak mengatur jam kerja dan menentukan ritmen hidup kami sendiri. Ketika sistem ingin menempatkan kami sebagai buruh, maka kemerdekaan kami sebagai pengemudi hilang," jelasnya.

Kedua, menolak opini potongan 10 persen. URC menilai skema potongan 20 persen sudah diterapkan selama bertahun-tahun dan tidak dipermasalahkan pengemudi.

Kami tidak pernah mengajukan tuntutan seperti itu (potongan 10 persen). Ojol dan aplikator harus sama-sama hidup karena kami saling membutuhkan. Apabila aturan membunuh aplikator, sama saja membunuh ojol," tegasnya.

Achsanul mengingatkan agar ojol tidak digunakan demi kepentingan politik kelompok tertentu.

"Suara pengemudi asli harusnya datang dari jalanan, bukan dari ruang rapat," kata Achsanul.

Tuntutan ketiga, URC meminta Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peraturan perundang-undangan (Perppu) untuk ojol. Perppu tersebut penting agar ojol memiliki payung hukum yang tegas.

"Sudah terlalu lama ojol dibiarkan berjalan tanpa payung hukum yang tegas," pungkasnya.

Tritura URC ini juga akan disampaikan dalam aksi turun ke jalan bertajuk "Aksi 177" pada Kamis, 17 Juli 2025 besok. Rencananya, mereka akan berkumpul di Lapangan Banteng dan bergerak ke area Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya