Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Indonesia Perkuat Komitmen Iklim Lewat Kolaborasi

SELASA, 15 JULI 2025 | 21:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Untuk menekan laju perubahan iklim, Indonesia memperkuat posisinya menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, sebagaimana ditegaskan dalam Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia.

Sebanyak 146 dari 195 negara yang hadir di COP26 telah sepakat menjaga kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 1,5°C dan mengurangi emisi secara signifikan. Mereka mewakili 88 persen total emisi global.

Indonesia, melalui pernyataan Utusan Khusus untuk Aliansi Global Blended Finance (GBF), Mari Elka Pangestu, menegaskan target nasional untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.


Strategi ini diperkuat melalui penyusunan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim Pembangunan (LTS-LCCR) serta pembaruan Nationally Determined Contribution (NDC) yang melibatkan konsultasi berbagai pihak.

Komitmen ini bukan sekadar wacana. Langkah konkret ditunjukkan melalui kolaborasi strategis BCA dan DHL Express Indonesia lewat program GoGreen Plus, sebuah inovasi pengurangan emisi karbon di sektor logistik.

“Keberlanjutan merupakan prioritas utama bagi para mitra kami, termasuk institusi keuangan,” kata Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad dalam keterangannya, Selasa 15 Juli 2025.

Sementara itu, EVP International Banking Division BCA Tjoe Henny menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata integrasi nilai hijau dalam pelayanan.

“Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi nasional, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang berkelanjutan bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Tjoe Henny.

Program GoGreen Plus memungkinkan pelanggan mengurangi emisi logistik melalui pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan sistem book & claim.

Meskipun pengiriman tidak langsung memakai SAF, dampak lingkungannya tetap dialokasikan kepada pelanggan.

SAF memiliki potensi besar karena mampu memangkas hingga 80 persen emisi karbon dibandingkan bahan bakar jet konvensional.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya