Berita

Pertamina Youth Program (PYP) 2025/Ist

Bisnis

PYP 2025: Medium Generasi Muda Eksplorasi Sektor Energi

SELASA, 15 JULI 2025 | 15:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertamina Youth Program (PYP) kembali digelar Pertamina dalam rangka membekali pemahaman mendalam seputar sektor energi nasional untuk mahasiswa.

PYP adalah program kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan pendalaman pemahaman Pertamina yang ditujukan kepada mahasiswa yang telah terseleksi dari Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.

PYP 2025 digelar Pertamina bekerja sama dengan Institut Energi Anak Bangsa (IEAB) dan dihadiri 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia. Jumlah ini hasil dari proses seleksi 540 pendaftar melalui proses seleksi esai dan wawancara berbasis Focus Group Discussion.


“Pertamina berharap generasi muda tidak sekadar menjawab tantangan tetapi justru menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia sudah sangat siap berbicara tentang energi, dan bahkan memimpin perubahan di masa depan," kata Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, Selasa, 15 Juli 2025.

Arya melanjutkan, Pertamina memberikan ruang eksplorasi gagasan lewat tujuh tema besar, yakni ketahanan energi nasional, membangun swasembada energi, daya saing global, tata kelola hukum migas, politik pembangunan migas, serta komitmen Environmental, Social and Governance (ESG) dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami bangga melihat kualitas pemikiran dan visi besar yang ditunjukkan generasi muda dalam merespons berbagai isu strategis energi nasional," ujar Arya.

Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso menambahkan, PYP 2025 sejalan dengan asta cita pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam memperkuat pembangunan SDM dan penguatan generasi muda. 

Fadjar berharap PYP 2025 menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memperluas cakrawala berpikir generasi muda dalam memandang energi sebagai pilar kedaulatan bangsa.

“Kami berharap generasi muda akan menjadi mitra Pertamina dalam menyebarkan pemahaman yang inklusif, dan berkelanjutan tentang masa depan energi Indonesia,” ungkap Fadjar.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya