Berita

Ilustrasi/Net

Global

Aljazair Masuk Daftar Hitam UE soal Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme

SENIN, 14 JULI 2025 | 21:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Parlemen Uni Eropa secara resmi menyetujui resolusi yang menambahkan Aljazair ke dalam daftar negara berisiko tinggi Uni Eropa terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. 

Keputusan ini diperkirakan akan memberikan dampak serius terhadap stabilitas ekonomi dan keuangan negara Afrika Utara tersebut, yang selama ini sangat bergantung pada sektor minyak.

Resolusi tersebut didasarkan pada rekomendasi Komisi Eropa dan mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar atas lemahnya sistem pengawasan keuangan di Aljazair, serta meluasnya korupsi dan minimnya transparansi dalam pemerintahan negara yang dikendalikan oleh militer itu.


“Pencucian uang dan kejahatan terkaitnya, serta pendanaan terorisme, merupakan kejahatan yang berdampak negatif terhadap perekonomian. Di dunia yang semakin terhubung, kerugian yang ditimbulkan oleh kejahatan ini bersifat global,” tegas pernyataan Parlemen Eropa dalam dokumen resmi yang dilihat redaksi pada Senin, 14 Juli 2025.

Penambahan Aljazair ke daftar hitam ini akan membuat entitas keuangan di seluruh wilayah Uni Eropa diwajibkan menerapkan pengawasan ekstra ketat dalam transaksi keuangan yang melibatkan negara tersebut. 

Dampak langsungnya diperkirakan berupa penarikan investasi asing, menurunnya kepercayaan internasional, serta tekanan ekonomi yang kian besar di tengah tantangan inflasi dan pengangguran yang sudah ada.

“Negara-negara seperti Aljazair yang diidentifikasi berisiko tinggi dalam pencucian uang dan pendanaan terorisme menghadapi sanksi internasional dan pengawasan yang lebih ketat yang membatasi akses mereka ke pasar dan sistem keuangan global,” tambah pernyataan tersebut.

Para pakar keuangan internasional menekankan bahwa upaya serius dalam membenahi sistem anti pencucian uang dan pendanaan terorisme merupakan prasyarat utama untuk pemulihan kepercayaan global. 

Tanpa reformasi yang nyata dan mendalam, Aljazair berisiko semakin terisolasi dari sistem ekonomi dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya