Berita

Ilustrasi Pilkada/Net

Politik

Pilkada Ulang Bangka Bakal Diikuti Lima Paslon

SENIN, 14 JULI 2025 | 17:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pilkada ulang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menampilkan konstelasi politik yang jauh berbeda dari pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 pada 27 November.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Mochammad Afifuddin, dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 14 Juli 2025.

Afif menjelaskan, situasi kontestasi di PSU Pilbup Bangka sangat berubah drastis, karena tidak terjadi pertarungan satu calon dengan kotak kosong lagi. Bahkan, calon yang mendaftar terbilang banyak.


"Jumlah bakal pasangan calon (paslon) yang mendaftar pada bupati dan wakil bupati di Kabupaten Bangka ada sebanyak lima pasangan calon, dulunya tidak ada, cuma calon tunggal, sekarang malah lima," ujar Afif.

Afif menjelaskan, saat ini KPU Kabupaten Bangka masih menjalani tahapan verifikasi data pencalonan 5 orang bakal paslon yang mendaftar hingga 23 Juli 2025.

"Dan nanti penetapannya di tanggal 22 Juli 2025. Jadi posisi (status mereka) masih bakal calon," sambungnya.

Lebih lanjut, mantan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI itu menyebutkan, paslon kepala daerah yang mendaftar harus memenuhi syarat minimal dukungan pasangan calon.

"Pertama 10 persen dadi DPT (daftar pemilih tetap) Pilkada (Bangka), sebanyak 23.793 dukungan dengan sebaran lima kecamatan. Kedua, dukungan minimal partai politik adalah 10 persen dari suara sah pemilu 2024 sebanyak 18.635 suara," urainya.

Berikut ini rincian bakal paslon yang mendaftar pada Pilbup Ulang Bangka 2024:

1. Andi Kusuma-Budiyono, mendaftar dengan memperoleh dukungan 21.813 suara, dan partai pengusul Hanura, PKB,PKN, Buruh, Garuda, PBB, PSI, Partai Gelora dan Partai Ummat.

2. Ferry Insani-Syahbudin, mendaftar sebagai pasangan calon dari partai politik dengan perolehan dukungan sebesar 70.835 suara, dan partai pengusul adalah Partai Gerindra dan PDIP

3. Rato Rusdiyanto-Ramadian mendaftar sebagai paslon dari partai politik, dengan perolehan dukungan 42.660 suara dan partai pengusung adalah Partai NasDem dan Partai Golkar

4. H. Aksan Visyawan-Rustam Jasli mendaftar sebagai paslon dari partai politik, dengan perolehan dukungan 24.536 suara dan partai pengusul PKS dan PPP

5. H. Naziarti-H. Usnen mendaftar sebagai paslon dari partai politik, dengan perolehan dukungan sebesar 20.135 suara dan partai pengusul PAN dan Partai Demokrat.

"Jadi kelima calon ini adalah calon dari partai politik," demikian Afif.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya