Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kriminolog Minta Polisi Cepat Umumkan Penyebab Kematian Diplomat Kemlu

SABTU, 12 JULI 2025 | 18:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi harus cepat mengungkap penyebab kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayuna.

Merilis penyebab utama kematian penting dilakukan agar masyarakat tidak berspekulasi liar.

"Yang bikin lama kan ada pemeriksaan laboratorik di mana butuh beberapa waktu. Sememtara itu, analisa masyarakat udah macam-macam," kata Guru Besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala kepada RMOL, Sabtu, 12 Juli 2025.


"Jika sudah ada hasil, maka sebab kematian sudah bisa diumumkan ke publik," tegasnya.

Di saat yang bersamaan, katanya, tidak menutup kemungkinan penyidik terus menggali informasi dari orang terdekat Arya Daru.

Bisa saja, pemeriksaan juga dilakukan terhadap pegawai Kemlu lainnya.

"Penyidik diajari untuk berangkat dari TKP. Penentuan sebab mati dari informasi yang ada di TKP. Kalau memasukkan informasi dari luar, namanya kerja intelijen," jelas Adrianus.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya melalui Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan kasus ini.

Agar kasus ini cepat terungkap, Listyo meminta agar jajarannya mengumpulkan bukti-bukti kuat.

“Memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat,” kata Sigit pada Kamis, 10 Juli 2025.
 
Seperti diketahui, Arya Daru meninggal dengan kondisi kepala terbungkus lakban di kamar kost Guest House Gondia, yang terletak di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya