Berita

Ulama India, Dr Zakir Naik saat silaturahmi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta tahun 2017/RMOL

Nusantara

Bandung Tak Khawatir Menyambut Dr Zakir Naik

SABTU, 12 JULI 2025 | 15:11 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kota Bandung menjadi salah satu tujuan safari dakwah penceramah asal India, Dr Zakir Naik di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung selama 8-20 Juli 2025.

Merujuk jadwal di situs resminya, Dr Zakir Naik akan berdakwah di Lapangan Tritan, Bandung selama dua hari, dimulai hari ini, 12 Juli 2025 sampai besok.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin memastikan Bandung tetap berpegang pada prinsip inklusivitas dan keterbukaan tanpa mengabaikan aturan dan ketertiban.


"Kalau ditanya apakah saya punya kekhawatiran terhadap potensi penyimpangan? Tidak ada. Karena setiap orang punya keyakinan masing-masing," kata Erwin diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu, 12 Juli 2025.

Erwin menganggap masyarakat Bandung sudah cukup cerdas dan dewasa dalam menyikapi perbedaan. Siapa pun yang masuk ke Bandung tidak akan menjadi masalah selama tidak menimbulkan gesekan sosial.

"Kita tahu, di Bandung ini ada banyak kelompok NU, Persis, Muhammadiyah, LDII, tapi semua bisa hidup berdampingan tanpa konflik," ujarnya merespons kekhawatiran publik terhadap kedatangan ulama yang terkenal kontroversial itu.

Terkait kehadiran Dr Zakir Naik, Erwin memastikan setiap kegiatan di Bandung tetap harus melalui prosedur perizinan sesuai regulasi yang berlaku.

"Saya sendiri belum tahu detail acaranya. Tapi prinsipnya jelas, semua kegiatan di Bandung harus mengantongi izin. Kalau sudah sesuai aturan, ya silakan saja. Bahkan saya mungkin akan ada di barisan terdepan," ucap Erwin.

Erwin juga menanggapi soal adanya penolakan Dr Zakir Naik yang sempat terjadi di Kota Malang, Jawa Timur. Menurutnya masyarakat Bandung sudah bijak dan cukup dewasa dalam menyikapi perbedaan. 

"Memang di Malang sempat ada reaksi, tapi saya yakin warga Bandung sudah cukup dewasa. Kita ini kota inklusif. Bahkan Pendopo pun bisa digunakan untuk kegiatan budaya atau sosial-keagamaan selama tidak melanggar aturan," tegasnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya