Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kasus Stunting di Jakarta Jauh di Bawah Angka Nasional

SABTU, 12 JULI 2025 | 14:58 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sepanjang tahun 2024 hingga pertengahan 2025 dinilai berhasil mencatat beragam capaian strategis.

Salah satu capaian yang disorot positif adalah penurunan angka stunting ke level 1,67 persen per Agustus 2024, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) DKI Jakarta Martha Tiana Hermawan menyebut, langkah-langkah inovatif Pemprov DKI, seperti peluncuran Smart Posyandu dan pemanfaatan sistem manajemen SDM berbasis kecerdasan buatan, merupakan terobosan penting dalam reformasi layanan kesehatan publik.


"Dinkes DKI bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan dasar. Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain," kata Martha melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 12 Juli 2025.

Menurut Martha, digitalisasi melalui Smart Posyandu terbukti mempercepat proses pencatatan tumbuh kembang anak, pemantauan gizi, serta integrasi dengan layanan rujukan lanjutan.

Namun demikian, ia mengingatkan pemerataan manfaat layanan di seluruh wilayah Jakarta masih menjadi tantangan tersendiri.

"Kami berharap keberhasilan di Jakarta Pusat dan Selatan juga bisa dirasakan oleh masyarakat di Kepulauan Seribu, seperti Pulau Tidung," kata Martha.

Rekan Indonesia melihat sejumlah wilayah di pinggiran kota dan kepulauan masih menghadapi kendala infrastruktur dan konektivitas digital.

Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan dalam kualitas intervensi kesehatan, khususnya dalam penanganan balita stunting dan akses terhadap makanan tambahan bergizi.

Selain itu, mereka menyoroti pentingnya validasi data stunting secara menyeluruh. Saat ini, data prevalensi banyak bergantung pada sistem e-PPGBM yang belum tentu sepenuhnya merefleksikan kondisi lapangan.

Rekan Indonesia mendorong audit data secara berkala dan pelibatan aktif kader kesehatan serta tokoh komunitas lokal dalam proses pengawasan program.

"Digitalisasi akan sangat bermanfaat jika dibarengi dengan pelatihan dan pemberdayaan kader secara merata, termasuk di wilayah kepulauan," ujar Martha.

Dengan proyeksi anggaran penanganan stunting mencapai belasan triliun rupiah pada 2025, organisasi ini juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran dan fokus pada intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti pemenuhan gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga.

"Kami percaya, dengan semangat kolaboratif, Jakarta bisa menjadi kota yang bukan hanya sehat secara data, tapi juga sehat dalam praktik, sampai ke tingkat keluarga di kelurahan terjauh," tutup Martha.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Selat Hormuz dan Senjata Geopolitik Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:40

Gabah Petani Terdampak Banjir di Grobogan Tetap Dibeli Bulog

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:25

MBG Dikritik dan Dicintai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:59

Sambut Kedatangan Prabowo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:50

Tourism Malaysia Gaet Media dan Influencer ASEAN Promosikan Wisata Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:44

Kader Golkar Cirebon Diminta Sukseskan Seluruh Program Pemerintah

Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:21

Kritik Mahasiswa dan Dinamika Konsolidasi Kekuasaan

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:55

Wacana Impor 105 Ribu Pikap India Ancam Industri Dalam Negeri

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:33

Insan Intelijen TNI Dituntut Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:13

Genjot Ekonomi Rakyat, Setiap SPPG Terima Rp500 Juta untuk 12 Hari

Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:45

Selengkapnya