Berita

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal/Ist

Nusantara

Jadi Lumbung Suara Prabowo, NTB Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen

SABTU, 12 JULI 2025 | 08:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembangunan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengungkap wilayahnya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, salah satunya dalam bentuk optimalisasi lahan hingga bantuan untuk sektor pertanian dan air.

Dalam gathering media bersama MPR RI bertajuk "Penguatan Tata Kelola Sumber Daya Alam Melalui Publikasi Media dalam Mendukung Pembangunan Daerah", di Lombok, Iqbal menyebut dukungan tersebut tak lepas dari konsistensi masyarakat NTB menjadi lumbung suara Prabowo di Pilpres 2014, 2019, dan 2024.


“Beliau (Presiden Prabowo) agak serius memberikan dukungan ke NTB. Beberapa kali tiba-tiba dapat dukungan dari beliau karena kebetulan tiga kali berturut-turut Pilpres, beliau enggak pernah kalah di sini (NTB), selalu di atas 70 persen," kata Lalu, Sabtu, 12 Juli 2025.

Di era kepemimpinan Lalu, NTB fokus pada penanggulangan kemiskinan ekstrem sebagai bagian menyukseskan asta cita pemerintah pusat.

Merujuk data, angka kemiskinan ekstrem di NTB masih berada di kisaran dua persen. Ia pun optimis angka ini bisa ditekan hingga nol persen pada tahun 2029.

Sementara angka kemiskinan umum yang kini masih 12 persen ditargetkan turun menjadi di bawah 10 persen pada tahun yang sama.

“NTB ini masih masuk dalam 10 provinsi termiskin di Indonesia dengan segala fasilitas dengan segala potensi yang kami miliki. Karena itu, targetnya di tahun 2029 sekitar 2 persen kemiskinan ekstrem ini harus jadi nol," sambungnya.

Selain pengentasan kemiskinan, dua prioritas lainnya yakni penguatan ketahanan pangan dan menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Insyaallah dengan dukungan media ikut mengenalkan NTB ke dunia luar, kami akan bangun dan bangkit bersama-sama untuk membuat NTB lebih makmur dan lebih mendunia," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya