Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

China Kecam Tarif Tinggi Trump ke Brasil

SABTU, 12 JULI 2025 | 01:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

China ikut mengecam rencana Amerika Serikat (AS) yang akan memberlakukan tarif 50 persen terhadap Brasil. Negeri Tirai Bambu menilai kebijakan itu sebagai bentuk intervensi yang melanggar norma internasional.

“Kedaulatan dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain merupakan prinsip-prinsip penting Piagam PBB dan norma-norma dasar dalam hubungan internasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers, Jumat 11 Juli 2025.

“Tarif tidak boleh digunakan sebagai alat pemaksaan, intimidasi, atau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain,” tambahnya.


Washington berencana mengenakan tarif tinggi pada produk impor dari Brasil mulai 1 Agustus 2025. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tersebut awal pekan ini, dengan dalih menekan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang dituduhnya bertindak represif terhadap rival politiknya, Jair Bolsonaro.

Trump dan Bolsonaro diketahui memiliki kedekatan politik yang kuat, keduanya berasal dari kubu konservatif. Sementara itu, Lula dikenal sebagai pemimpin berhaluan kiri yang kini tengah memimpin Brasil.

Sebagai sesama pendiri blok BRICS, hubungan Brasil dan China diketahui sangat erat. Bahkan, Brasil saat ini memegang kursi presidensi BRICS dan baru saja menyelenggarakan pertemuan puncak kelompok ekonomi tersebut.

Merespons ancaman tarif dari AS, Presiden Lula menegaskan tidak akan menerima intervensi dan mengancam membalas tarif tersebut.

“Brasil adalah negara berdaulat dengan institusi-institusi independen. Kami tidak akan menerima intervensi dalam bentuk apa pun,” kata Lula.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya