Berita

Menlu RI, Sugiono/Kemlu RI

Dunia

Menlu RI Dorong Penguatan Ketahanan Pangan di Forum ASEAN Plus Three

JUMAT, 11 JULI 2025 | 13:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dalam kerja sama ASEAN Plus Three (APT) di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam pernyataannya di KTT APT di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis, 9 Juli 2025,  Menlu Sugiono menegaskan bahwa isu ketahanan pangan perlu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kerja sama APT. 

Ia menyebutkan bahwa meskipun kawasan Asia Timur memiliki fondasi pertanian yang cukup kuat, terdapat kerentanan serius dalam sistem pangan regional. Ancaman seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, serta ketimpangan struktural memperbesar risiko terhadap ketahanan pangan. 


Hal ini diperkuat oleh laporan terbaru Hunger Hotspots dari FAO dan WFP, yang menunjukkan peningkatan harga pangan telah melemahkan daya beli rumah tangga, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

“Saatnya kita mengangkat APT Emergency Rice Reserve menjadi platform yang lebih strategis, bukan sekadar untuk distribusi pangan dalam keadaan darurat, tapi juga untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan koordinasi rantai pasok yang lebih baik,” tegas Menlu Sugiono.

Indonesia, lanjutnya, mendorong penguatan sistem informasi pangan kawasan melalui optimalisasi peran ASEAN Food Security Information System (AFSIS).

Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga dianggap penting untuk memperkuat ketahanan pangan melalui skema kemitraan publik-swasta yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Menlu Sugiono juga mengingatkan bahwa APT tidak hanya berperan dalam sektor ekonomi dan pangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. 

Ia menegaskan pentingnya peran aktif seluruh negara anggota dalam menjaga kestabilan kawasan yang tidak dapat dibiarkan berjalan secara alami, melainkan harus terus diupayakan bersama.

“Kita semua harus menjadi kekuatan positif. Dan hukum internasional harus selalu dihormati,” tegas Menlu Sugiono.

Dalam kerangka membangun kerja sama yang inklusif dan berorientasi jangka panjang, Menlu RI menyerukan pentingnya paradigma kolaborasi yang berlandaskan pada saling percaya, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama antarnegara. 

Ia juga menyambut baik dukungan negara-negara mitra Plus Three, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, terhadap mekanisme ASEAN serta pendekatan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa APT harus terus berkembang, bukan hanya sebagai forum responsif terhadap krisis, tetapi sebagai platform strategis jangka panjang untuk memperkuat ketahanan, kemakmuran, dan perdamaian kawasan secara inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, ASEAN Plus Three (APT) adalah kerangka kerja sama regional yang melibatkan 10 negara ASEAN bersama Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. 

Dibentuk pada tahun 1997, APT bertujuan memperkuat integrasi dan stabilitas kawasan Asia Timur melalui kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, keuangan, ketahanan pangan, pendidikan, penanggulangan bencana, dan kesehatan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya