Berita

Ilustrasi/Ist

Nusantara

Saatnya Desa jadi Subjek Utama Kemandirian Energi Nasional

JUMAT, 11 JULI 2025 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gerak cepat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk mempercepat penyediakan aliran listrik di desa-desa yang belum menikmati listrik patut diapreasiasi. 

Analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung, menguraikan berdasar data yang diterima per tahun 2024, ada sekitar 6.100 desa tertinggal, desa sangat tertinggal ada 3.920 dan total desa tertinggal (termasuk sangat tertinggal) berkisar 10.020 desa.

Sedangkan, data dari Kementerian ESDM tercatat ada sekitar 6.700 desa yang belum mendapatkan akses listrik. Jumlah ini setara dengan sekitar 1,3 juta rumah tangga yang belum menikmati listrik.


“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami sangat senang, bangga dan mengapresiasi komitmen Menteri ESDM Bahlil yang begitu visioner, responsif dan totalitas dalam membangun bangsa dan negara dengan kepedulian tingginya terhadap masyarakat kecil, terutama dalam hal mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang masuk dalam kategori belum teraliri listrik,” kata Nasky dalam keterangannya, Kamis, 10 juli 2025.

Menurut alumni Indef school of political economy Jakarta ini, sudah saat­nya desa-desa yang selama ini belum dapat aliran listrik mendapat priori­tas utama pembangunan baik itu dari segi infrastruktrur hingga aliran listriknya. Masih banyak desa sangat tertinggal yang hanya menikmati listrik beberapa jam dalam sehari.

“Lanjut Nasky, tanpa listrik, anak-anak generasi masa depan bangsa di pelosok desa-desa tak bisa belajar di malam hari. Puskesmas kesulitan beroperasi, ekonomi desa terseok-seok. Ini bukan hanya soal pembangun fisik semata, tapi sesuai amanat Undang-undang dasar (UUD) 1945, Pancasila dan soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

“Kehadiran aliran listrik di setiap desa-desa adalah bukti nyata keperbihakan dan kehadiran negara yang peduli serta harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” sambungnya.

Selain itu, Founder Nasky Milenial Center mengungkapkan, bahwa langkah strategis dan pro-aktif Menteri ESDM patut diapresiasi dan didukung penuh oleh semua elemen masyarakat.

“Ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik semata. Ini merupakan wujud gerakan moral moral pemerintah demi mewujudkan Indonesia adil makmur serta memutus mata rantai ketertinggalan desa. Listrik bukan cuma sebatas cahaya, tetapi harapan masa depan generasi muda di pelosok negri,” ungkapnya.

Nasky memandang bahwa semangat transformasi dan arah kebijakan Menteri ESDM Bahlil dinilai sejalan dengan misi asta cita Presiden RI, Prabowo Subianto yang terus berupaya mengedepankan pembangunan dari desa, dari pinggiran baik itu di sektor ekonomi maupun pembangunan.

“Sudah saatnya desa harus menjadi subjek utama dalam agenda kemandirian energi nasional serta pusat kemandirian ekonomi,” tegasnya lagi.

Dia menilai, seyogianya langkah strategis ini merupakan wujud dari cita-cita besar Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mewujudkan desa maju, mandiri, berdaulat dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia mengajak dan mendorong seluruh elemen masyarakat mendukung serta mensukseskan langkah strategis Menteri ESDM, Bahlil dalam mewujudkan swasembada energi nasional.

"Di mulai dari desa, selaras dengan cita-cita besar Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan mensejahterakan kehidupan masyarakat di pelosok negri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan bahwa Indonesia akan mewujudkan cita-cita swasembada energi. Paling lambat, menurutnya, akan terwujud dalam 6 tahun ke depan.

“Saudara-saudara sekalian, saya diberi tahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi. Dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun, paling lambat enam tahun, kita bisa swasembada energi,” kata Prabowo di acara groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, Minggu, 29 Juli 2025.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya