Berita

Teatrika di Sanya Romance Park/RMOL

Dunia

Pesan Jalur Sutra Maritim China di Sanya Romance Park

KAMIS, 10 JULI 2025 | 05:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jalur sutra maritim (maritime silkroad) menjadi terobosan China di abad 21 dalam menguasai jalur perdagangan dunia. Era kegemilangan jalur sutra darat di abad pertengahan kembali ingin dimiliki China dengan merambah jalur laut.

Hal itu ditopang dari sejarah kemaritiman China yang banyak melahirkan pelaut-pelaut ulung. Pulau Hainan menjadi salah satu tempat yang menyimpan banyak catatan sejarah kemaritiman China.

Kisah itu tertuang dalam drama teatrikal yang dipentaskan di Sanya Romance Park. Bermula dari peradaban nenek moyang Hainan, mitologi serta kebesaran kekaisaran China tercermin dalam pertunjukan tersebut.


Dalam rangkaian kegiatan 'Senior Officials Training Course on Blue Economy Development and Enviromental Protection for ASEAN countries' yang digelar China Institute for Reform and Development (CIRD) di Hainan pada 2-22 Juli 2025, redaksi RMOL berkesempatan menyaksikan teatrikal tersebut.

Perpaduan antara seni budaya, mitologi hingga teknologi membaur dalam teatrikal dengan durasi lebih dari 1 jam tersebut. Teatrikal terbagi dalam empat scene.

Scene pertama mengisahkan tentang peradaban purba di Pulau Hainan. Kedua, berkisah di era kekaisaran dalam menghadi ekspansi pelaut Jepang. Ketiga, mengisahkan jalur sutra maritim China era kekaisaran yang membangun hubungan dengan banyak wilayah. Dan, scene keempat bercerita tentang era kemaritiman di massa modern seperti sekarang.

Teatrikal ini melibatkan banyak pemain dengan penampilan akrobatik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sanya Romance Park ini turut menggandeng Rusia dalam perpaduan teknologinya.

"It's amazing," ungkap salah satu peserta pelatihan yang digelar CIRD asal Liberia. 

Dengan teatrikal ini, bisa dibilang China ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Negeri Tirai Bambu tersebut serius membangun kejayaan maritim untuk kepentingan nasionalnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya