Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Hindari Krisis Keuangan Pribadi

Ini Tips Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi

SELASA, 08 JULI 2025 | 21:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Fondasi keuangan yang kuat menjadi kunci agar seseorang terhindar dari masalah keuangan, khususnya di tengah gejolak ekonomi dunia saat ini.

Certified Financial Planner sekaligus Founder Finansialku.com, Melvin Mumpuni mengatakan, pentingnya membangun pondasi keuangan yang sehat sebelum berencana mengejar keuntungan investasi.

“Jadi ini hal simpel tapi sering disepelekan. Saya selalu menyarankan untuk perkuat dulu fondasi keuangan. Ada fondasi yang harus kita perbaiki. Jadi sebelum financial planning kemana-mana (investasi), ibarat kata itu harus dari fondasinya dulu,” kata Melvin di Jakarta, Selasa 8 Juli 2025.


Melvin menjelaskan, langkah awal yang perlu diperhatikan agar memiliki keuangan yang kuat adalah dengan memastikan penghasilan lebih besar dari pengeluaran, dan tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.

“Kalau bisa jangan cuma satu sumber. Selain kerja atau bisnis utama, punya penghasilan tambahan itu penting,” kata Melvin.

Selain itu, dana darurat juga wajib disiapkan minimal enam hingga dua belas kali total pengeluaran bulanan. Dana ini berfungsi sebagai cadangan ketika seseorang kehilangan pekerjaan atau menghadapi musibah lainnya.

“Rata-rata kalau di Indonesia orang kena PHK, dari apply sampai interview terakhir itu kira-kira bisa butuh waktu empat bulan. Jadi dana darurat ini penting,” kata Melvin.

Melvin juga mengingatkan pentingnya menjaga rasio aset dan utang.

“Usahakan aset kita lebih besar daripada utang. Yang konsumtif-konsumtif, kalau bisa dikurangi atau dilunasi,” ujar Melvin.

Ia menambahkan, proteksi berupa asuransi juga wajib dimiliki, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia 30-an ke atas.

Pasalnya, meskipun biaya rumah sakit bisa ditanggung BPJS atau asuransi kantor, masih ada risiko kehilangan penghasilan jika seseorang terkena penyakit kritis yang berkepanjangan.

“Masalahnya bukan cuma biaya rumah sakit. Kalau orang sakit dan nggak bisa kerja, siapa yang kasih makan keluarganya? Anak sekolah tetap jalan, cicilan tetap harus dibayar. Itu gunanya proteksi penyakit kritis,” jelas Melvin.

Tak kalah penting, proteksi jiwa, menurut Melvin, juga perlu disiapkan agar keluarga tetap memiliki pemasukan jika pencari nafkah utama meninggal dunia.

“Kalau amit-amit passed away, income replacement-nya masih harus jalan terus supaya kebutuhan keluarga tetap terpenuhi,” pungkas Melvin.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya