Berita

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi/Ist

Politik

Calon Dubes Harus Jaga Kepentingan Nasional di Tengah Geopolitik Global

SENIN, 07 JULI 2025 | 08:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para calon Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI yang usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI, diharapkan cakap mampu mengedepankan kepentingan nasional dalam berdiplomasi. 

Terlebih, ke-24 calon Dubes RI yang diusulkan Presiden merupakan figur-figur yang memiliki kapasitas dan rekam jejak mumpuni di bidangnya.

"Saya melihat calon-calon dubes yang hadir di Komisi I ini adalah orang-orang profesional, berkualitas, dan kaya akan pengalaman dalam bidang diplomasi maupun pemerintahan. Ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan besar diplomasi Indonesia ke depan," ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, dalam keterangannya, Senin 7 Juli 2025.


Okta menegaskan bahwa para Dubes RI merupakan representasi resmi Presiden di luar negeri. Lebih jauh daripada itu, mereka tidak hanya membawa nama baik Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi misi Presiden Prabowo Subianto melalui kerja sama internasional.

"Hari ini, kondisi geopolitik dunia sedang tidak baik-baik saja. Saya berharap para Duta Besar dapat secara maksimal memperjuangkan kepentingan nasional kita, aktif membangun kerja sama untuk perdamaian dunia, dan membantu mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo melalui kancah internasional," tuturnya.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Okta memberi perhatian khusus. Ia berharap para Dubes yang ditempatkan di negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam mampu memperkuat soliditas regional ASEAN dan dapat meningkatkan kerja sama dalam berbagai sektor, khususnya ekspor produk-produk Indonesia. 

"Di tengah kompetisi negara-negara besar di kawasan, kita perlu menjaga kesatuan ASEAN sebagai kekuatan kawasan. Kita perlu tingkatkan kerja sama di berbagai bidang, khususnya dalam mewujudkan asta cita Presiden Prabowo,” jelas Legislator PAN ini. 

Ia mencontohkan terkait program swasembada pangan, di mana saat ini melalui Menko Pangan, Pak Zulkifli Hasan, Indonesia sudah swasembada beras dan bisa mengekspor beras khususnya di kawasan Asia Tenggara yang makanan pokoknya adalah nasi.

Selain beras, kita juga punya potensi besar untuk ekspor produk UMKM, makanan olahan halal, herbal, hingga produk digital ke pasar regional. 

“Di sinilah letak peran strategis para Dubes," kata Okta.

Tak kalah penting, Okta juga menyoroti posisi strategis Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, mengingat dinamika kebijakan luar negeri AS yang semakin sulit diprediksi, terutama dengan kembali terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden.

"Kita harus bersiap menghadapi berbagai kebijakan Trump yang bisa berdampak langsung ke Indonesia, mulai dari tarif resiprokal, kebijakan imigrasi, hingga pembatasan visa pelajar. Dubes RI di AS harus menjadi garda depan dalam menyikapi hal ini secara diplomatis, penuh inisiatif, dan tanggap terhadap perubahan," tegasnya.

Secara keseluruhan, Okta berharap seluruh calon Duta Besar yang sedang mengikuti proses seleksi ini mampu menjalankan amanah dengan integritas dan komitmen tinggi. 

“Demi membawa nama baik Indonesia di panggung global,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya