Berita

Pertemuan PT RNT Utama Indonesia dengan keluarga Muhammad Bagas Saputra di Sukabumi/Ist

Nusantara

Perusahaan Keagenan Kapal Angkat Bicara soal Tuduhan TPPO

SENIN, 07 JULI 2025 | 05:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Viralnya pemberitaan mengenai Muhammad Bagas Saputra (22), pemuda asal Kota Sukabumi, yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja dengan menyeret nama PT RNT Utama Indonesia sebagai perusahaan keagenan kapal perlu untuk diluruskan faktanya.

Legal Corporate RNT Utama Indonesia, Ahmad Faisal Amin menyatakan pernyataan sikap terkait video beredar yang dianggap telah merugikan nama baik perusahaannya.

"Bahwa Perusahaan tidak ada kaitannya sama sekali atas kejadian yang menimpa MBS di Kamboja. Tetapi kejadian yang dialami saat ini oleh MBS di Kamboja, Perusahaan turut prihatin dan berharap serta mendoakan supaya MBS segera bisa dibantu oleh Pemerintah untuk proses pemulangannya ke tanah air dengan selamat sehingga bisa berkumpul Kembali dengan keluarganya," kata Faisal kepada RMOL, Senin, 7 Juli 2025.


Lanjut dia, memang benar MBS pernah menjadi awak kapal dan berangkat melalui perusahaan, tetapi hubungan kerja tersebut telah putus/berakhir sejak tanggal 27 Juni 2024 dan perusahaan telah bertanggung jawab terhadap pemenuhan hak-haknya, termasuk pemulangan MBS ke Indonesia.

"Kami pada tanggal 6 Juli 2025 telah mendatangi kediaman keluarga MBS di Sukabumi dan ditemui secara langsung oleh kakak kandung MBS yakni, Muhammad Rangga Saputra (MRS) dan pihak keluarga MBS menyatakan bahwa tidak ada hubungannya Perusahaan dengan kejadian yang menimpa MBS di Kamboja saat ini. Pihak keluarga MBS juga tidak pernah menyebut nama perusahaan untuk dicantumkan dalam berita apalagi mengirim foto atau MBS dengan menggunakan atribut/seragam Perusahaan. Bahwa MBS berangkat ke Kamboja bukan melalui Perusahaan PT RNT Utama," jelasnya.

Masih kata Faisal, pihaknya sangat menyayangkan tindakan media yang memberitakan kasus yang dialami oleh MBS menyeret nama RNT Utama Indonesia. Tetapi tidak ada wartawan/jurnalis dari media-media yang mempublikasinnya tersebut melalukan konfirmasi atau klarifikasi kepada perusahaan sebelum mempublikasikan berita tersebut. 

"Sehingga akibat pemberitaan dimaksud, masyarakat sekitar mempertanyakan kredibilitas perusahaan sebagai keagenan awak kapal. Bahwa atas semua pemberitaan yang beredar mengenai viralnya kasus MBS yang diduga menjadi korban TPPO, yang menyeret nama perusahaan, kami mengimbau kepada media-media tersebut untuk memuat atau mempublikasikan pernyataan sikap ini sebagai bentuk Hak Jawab kami sesuai ketentuan yang diatur di dalam UU Pers," imbuh dia.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Asosiasi Pekerja Perikanan Indonesia (AP2I) yang telah memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dengan pihak keluarga MBS. Hal itu mengingat saat MBS bekerja sebagai awak kapal melalui RNT Utama Indonesia, ia terdaftar sebagai Anggota AP2I.

Tak hanya itu, pihaknya juga berterima kasih pada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi yang telah menjadi fasilitator dalam pertemuan antara Perusahaan dengan pihak keluarga MBS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya