Berita

Director Scientific Engagement PMI Tomoka Iida/Ist

Bisnis

Produk Bebas Asap Berkontribusi Turunkan Prevalensi Merokok

MINGGU, 06 JULI 2025 | 03:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Inovasi dalam sains dan teknologi telah memainkan peran krusial dalam mendukung visi Philip Morris International (PMI), induk perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), untuk menyediakan pilihan produk bebas asap untuk para pengguna nikotin yang memutuskan untuk tetap menggunakan produk tembakau. 

Director Scientific Engagement PMI Tomoka Iida mengatakan, kehadiran ragam produk bebas asap yang berlandaskan konsep pengurangan risiko (harm reduction) dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan publik.

Jepang dan Swedia menjadi contoh nyata bagaimana inovasi produk bebas asap berkontribusi positif dalam menurunkan prevalensi merokok. Di Jepang, prevalensi merokok pada usia 20 tahun ke atas turun dari 20,1 persen (2011) menjadi 9,4 persen (2023). 


Di Swedia, kontribusi pemanfaatan kantong nikotin, yang diperkenalkan pada 1973, sebagai alternatif untuk beralih dari merokok juga berkorelasi dengan perbaikan kualitas kesehatan publik. Swedia mencatatkan kasus kanker paru-paru (lung cancer incident) pada pria sekitar 17 kasus per 100.000 populasi. Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata negara Uni Eropa yang berada di kisaran 42 kasus. 

“Ini adalah inti dari pengurangan bahaya tembakau. Ketika Anda memiliki produk yang terbukti secara ilmiah lebih baik daripada rokok, dan para perokok dewasa memiliki akses untuk beralih, Anda benar-benar akan melihat dampaknya pada tingkat populasi,” kata Tomoko pada Technovation 2025 di Jakarta, dikutip Sabtu 5 Juli 2025.

Technovation 2025 menjadi platform strategis bagi Sampoerna untuk berdiskusi dan berbagi wawasan mengenai sains dan teknologi di balik pengembangan produk bebas asap.

Sementara itu, Marketing Director Sampoerna Andre Dahan, mengatakan, produk bebas asap yang dihadirkan Sampoerna sangat beragam. 

“Kami percaya bahwa inovasi yang dihadirkan Sampoerna dapat menjawab kebutuhan konsumen nikotin dewasa yang mencari alternatif bebas asap yang lebih baik. Kami pun optimistis keberadaan produk bebas asap ini akan menjadi bagian penting dalam menciptakan perbaikan kualitas kesehatan publik di Indonesia,” kata Andre.

Andre menambahkan, produk bebas asap Sampoerna memiliki kualitas kelas dunia, didukung oleh fasilitas produk bebas asap dan Advanced Laboratorium yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan investasi senilai 330 juta dolar AS.

Head of Quality Sampoerna Nikolas Widhi Ananggadipa, mengatakan, Advanced Lab, yang pertama di Asia, dan kedua di dunia, telah terakreditasi ISO 17025, sebuah pengakuan global atas kompetensi teknis dan sistem manajemen mutu yang ketat serta didukung sekitar 200 tenaga ahli Indonesia berkualifikasi tinggi, termasuk para saintis, yang berdedikasi pada penelitian mutakhir dan pengembangan produk bebas asap.

“Pengujian ini sangat krusial untuk memastikan bahwa produk-produk kami, baik untuk kepentingan domestik maupun untuk diekspor ke berbagai negara di Asia Pasifik, memenuhi standar global tertinggi bagi konsumen nikotin dewasa,” kata Niko.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya