Berita

Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak/RMOLJatim

Politik

Retret Demokrat di Pacitan Serap Perjalanan Hidup SBY

SABTU, 05 JULI 2025 | 04:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Demokrat menggelar retret nasional di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 4–6 Juli 2025. 

Kegiatan ini dipusatkan di Museum dan Galeri Seni SBY*ANI, Ploso, Pacitan, tempat yang juga menjadi simbol perjalanan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Kegiatan internal tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh nasional dan petinggi partai. Selain SBY, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga hadir memimpin langsung rangkaian acara bersama Sekjen Demokrat, Herman Khaeron.


Acara itu juga dihadiri sejumlah menteri, kepala daerah dan anggota DPR dari partai berlambang mercy tersebut.

Pengarahan yang disampaikan SBY dan AHY kepada para kepala daerah serta perwakilan legislatif Demokrat berlangsung tertutup.

Para peserta tampak antusias mengikuti pembekalan yang disebut menjadi salah satu agenda penting untuk memperkuat konsolidasi dan penyegaran nilai-nilai perjuangan partai.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menilai, momentum ini menjadi pengingat akan rekam jejak panjang Demokrat di bawah kepemimpinan SBY.

“Pengalaman Bapak SBY dari 2004 sampai dengan 2014 ini adalah rekam jejak Partai Demokrat yang dapat kita jadikan referensi dalam kaitan hal-hal positif. Harus konsisten dalam menerapkan nilai-nilainya dan kita pandang masih relevan,” ujar Emil dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu, 5 Juli 2025.

Ketua DPD Demokrat Jatim itu menekankan pentingnya kader Demokrat belajar dari capaian masa lalu, untuk menjawab tantangan masa kini, seperti seperti pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan, afirmasi terhadap lingkungan hidup, dan penguasaan wawasan global.

“Bagaimana mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan, bagaimana kita harus punya afirmasi terhadap lingkungan hidup, bagaimana kita harus punya wawasan global,” jelas Emil.

Ia secara khusus mengatakan, bagaimana kepemimpinan SBY berhasil menghadapi krisis global tahun 2008 dengan kegigihan, kedisiplinan fiskal, serta kemampuan mengatasi keterbatasan anggaran dan menentukan skala prioritas.

“Kepemimpinan Pak SBY juga menghadapi krisis pada tahun 2008 yang berdampak sangat fenomenal, tapi dilalui dengan kegigihan, kedisiplinan fiskal, mengatasi keterbatasan anggaran dan penentuan skala prioritas,” tuturnya.

Emil juga menyoroti bagaimana afirmasi belanja untuk sektor pendidikan dan kesehatan pada masa pemerintahan SBY dapat menjadi teladan bagi para kader yang kini duduk di legislatif maupun eksekutif.

“Apapun untuk kader yang ada di legislatif juga, dari pembekalan ini kita belajar bagaimana orientasi kerja yang berorientasi rakyat menentukan kinerja kita. Biar bagaimanapun, partai akan diminta pertanggungjawaban terhadap kinerja kader-kadernya yang mendapat mandat dari masyarakat,” sambungnya.

“Orientasi kita kerja yang benar, kata Pak SBY, kerja yang baik itulah yang menjadi tanggung jawab sebagai kader partai,” pungkas Emil.

Sementara itu, salah satu panitia acara, dr. Agung Mulyono, yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, menyebut kegiatan ini sebagai momen strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menyiapkan langkah-langkah menghadapi dinamika politik ke depan.

“Retret ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi wadah untuk menyatukan visi, menyegarkan semangat perjuangan, dan merancang program kerja yang lebih responsif terhadap aspirasi rakyat,” ujarnya.

Selama tiga hari, seluruh elemen partai akan mengikuti serangkaian agenda pembekalan, diskusi, hingga perumusan strategi yang diharapkan memperkokoh Partai Demokrat sebagai partai yang berkomitmen pada kerja nyata untuk rakyat.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya