Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Trump Sentil Israel, Akui Gaza Menderita Seperti di Neraka

JUMAT, 04 JULI 2025 | 17:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keprihatinannya terhadap keselamatan warga sipil Gaza di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung sejak Oktober 2023. 

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat, 4 Juli 2025, Trump menegaskan bahwa ia menginginkan warga Gaza berada dalam kondisi aman, bahkan menyebut mereka telah melewati masa-masa sulit seperti di neraka.

"Saya ingin warga Gaza aman, yang lebih penting. Saya ingin melihat keamanan bagi warga Gaza. Mereka telah melewati neraka," kata Trump saat menjawab pertanyaan terkait apakah ia masih mendukung gagasan agar AS mengambil alih kendali atas Gaza, seperti dimuat TRT World.


Pernyataan itu muncul bersamaan dengan rencana Trump untuk bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington dalam waktu dekat, guna membahas perkembangan situasi di Gaza serta isu-isu yang berkaitan dengan Iran. 

Trump juga menyatakan harapan akan adanya gencatan senjata di Gaza minggu depan, meskipun pertempuran dan serangan udara terus terjadi di wilayah tersebut.

Trump pertama kali menyampaikan gagasan agar AS mengambil alih Gaza pada Februari lalu, sebuah usulan yang menuai penolakan luas dari komunitas internasional. Meski demikian, Trump tetap merujuk gagasan tersebut dalam berbagai kesempatan.

Pada Kamis, 3 Juli 2025, militer Israel kembali membombardir Gaza, menewaskan lebih dari 100 warga Palestina, termasuk para pencari bantuan. Serangan ini memperpanjang catatan kekerasan yang telah berlangsung lebih dari sembilan bulan.

Sejak Oktober 2023, Israel dituduh melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Menurut data resmi dari otoritas Palestina dan kantor berita WAFA, lebih dari 57.000 warga Palestina telah tewas, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Sekitar 11.000 orang lainnya dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Namun, para analis dan lembaga kemanusiaan memperkirakan jumlah korban sebenarnya bisa mencapai 200.000 jiwa, mengingat luasnya skala kehancuran dan minimnya akses bantuan.

Meskipun AS secara retoris telah mengkritik tingginya angka korban sipil di Gaza, dukungan militer terhadap Israel tetap berjalan tanpa syarat. Pemerintah AS secara rutin memberikan 3,8 miliar dolar AS setiap tahun dalam bentuk bantuan militer kepada Israel. 

Sejak Oktober 2023, lebih dari 22 miliar dolar AS telah dialirkan Washington untuk mendukung operasi militer Israel dan keterlibatannya di kawasan Timur Tengah.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya