Berita

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli/RMOL

Bisnis

Kopdes Merah Putih Siap jadi Mesin Penyerap Tenaga Kerja

RABU, 02 JULI 2025 | 22:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak 80 ribu operasi Merah Putih akan dijadikan sebagai mesin penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meyakini, puluhan ribu koperasi itu akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di seluruh desa-desa, terutama jika dikombinasikan dengan kebijakan yang optimal.

"80 ribu (koperasi) itu besar. Jumlah perusahaan menengah di Indonesia 70 ribu, perusahaan besar 30 ribu itu kira-kira, maka ini bisa menjadi suatu hal driver atau apapun itu namanya untuk membangkitkan ekonomi berbasis lokal, resources lokal, dan ini akan bisa berhasil," katanya dalam Kajian Tengah Tahun Indef 2025 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025.


Lebih jauh, ia turut mengemukakan ide soal meningkatkan peran koperasi untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia berharap lembaga-lembaga pemikir think tank, seperti Indef, dapat memiliki kajian khusus terhadap pengembangan koperasi di Indonesia.

"Kami dari Kemenaker menghintung dari 80 ribu (Koperasi Merah Putih), misal satu (koperasi) ada 25 orang, itu sudah 2,5 juta sekian tenaga kerja. Apalagi ketika koperasi diberikan insentif modal?" sambungnya.

Bahkan Yassierli memiliki harapan agar ke depannya kelompok generasi muda sudah memiliki gambaran mengenai jenjang karir pada lingkung koperasi. Ia menyebut pemerintah memiliki peran untuk mengubah pola pikir generasi muda, yakni apabila berbicara pekerjaan ideal, tidak semata yang tersedia di perusahaan-perusahaan metropolitan.

"Kalau kemudian kita bicara optimalize program politik presiden, maka impian kerja itu adalah saya akan menjadi manajer di suatu koperasi, kemudian menjadi ketua jaringan koperasi wilayah, ekspert dalam koperasi," jelasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya