Berita

Barang bukti uang tunai hasil penggeledahan di rumah Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting/Ist

Hukum

KPK Sita Rp2,8 Miliar dan Senjata Api dari Rumah Orang Dekat Bobby Nasution

RABU, 02 JULI 2025 | 20:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sejumlah barang bukti disita KPK dalam penggeledahan di rumah Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting di Kota Medan, Rabu, 2 Juli 2025.

Penggeledahan rumah orang dekat Gubernur Sumut, Bobby Nasution ini dilakukan berkaitan kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Pemprov Sumut dan di Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumut.

"Dalam penggeledahan ini diamankan uang senilai Rp2,8 miliar, dua senjata api. Nantinya (barang bukti) akan dikoordinasikan KPK dengan pihak kepolisian," kata Jurubicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Juli 2025.


Dua senjata api tersebut jenisnya pistol Baretta dengan amunisi 7 butir, dan senapan angin dengan jumlah amunisi air gun sejumlah 2 pax. 

"Mengenai asal dari senjata api tersebut nanti akan didalami penyidik dan dikoordinasikan dengan pihak terkait, dalam hal ini kepolisian," pungkas Budi.

KPK juga sebelumnya menggeledah Kantor Dinas PUPR dan diamankan sejumlah dokumen sebagai bukti-bukti yang mendukung penanganan perkara.

Pada Sabtu, 28 Juni 2025, KPK resmi mengumumkan 5 dari 6 orang yang terjaring OTT pada Kamis 26 Juni 2025 sebagai tersangka.

Mereka adalah Topan Obaja Putra Ginting, Kepala UPTD Gn Tua Dinas PUPR Pemprov Sumut merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rasuli Efendi Siregar.

Selanjutnya, PPK Satker PJN Wilayah I Provinsi Sumut, Heliyanto; Direktur Utama PT Dalihan Natolu Grup, M Akhirun Efendi Siregar; dan Direktur PT Rona Na Mora, M Rayhan Dulasmi Pilang.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya