Berita

Menteri Kebudayaan Fadli Zon/RMOL

Politik

Fadli Zon Ungkap Alasan Pentingnya Penulisan Ulang Sejarah

RABU, 02 JULI 2025 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program penulisan ulang sejarah nasional merupakan upaya penting untuk mengisi kekosongan narasi sejarah Indonesia yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa penulisan sejarah ini bukan hal yang baru sebenarnya tapi merupakan program kelanjutan," kata Fadli.


Menurut politikus Gerindra itu, karya sejarah yang terakhir diterbitkan pemerintah secara resmi adalah Sejarah Nasional Indonesia yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1975–1976, dengan beberapa pemutakhiran di era 1980-an, serta buku Indonesia dalam Arus Sejarah. 

Namun sejak saat itu, tidak ada pembaruan sejarah yang mencakup masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.

Ia juga mengkritisi proyek Kamus Sejarah Indonesia sebelumnya yang dinilai bermasalah karena mengabaikan tokoh-tokoh penting seperti KH Hasyim Asy’ari, namun justru menonjolkan tokoh-tokoh dari Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Mantan pentolan Mahasiswa UI itu mengaku termasuk salah satu yang memprotes proyek tersebut saat masih menjadi anggota DPR.

"Sejarah yang terupdate terakhir itu bahkan dalam pemilu tahun 1997. Tidak ada dalam catatan sejarah yang dibuat pemerintah tentang pemilu tahun 1999," jelasnya.

Fadli menambahkan, penulisan sejarah harus dilakukan dari perspektif Indonesia-sentris dan berpijak pada kepentingan nasional. Ia menekankan pentingnya pelurusan informasi sejarah di tengah derasnya arus informasi dan distorsi di media sosial.

“Jadi pertanyaannya sejarah harus ditulis atau dilupakan saja? Ini adalah satu hal yang penting kita angkat dan diskusikan. Karena kalau tidak kita akan kehilangan jati diri di tengah arus informasi yang begitu luar biasa," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya