Berita

Lembaga keuangan negara terbitkan Orange Bonds untuk pemberdayaan perempuan prasejahtera/Ist

Bisnis

Pertama Kali Orange Bonds Terbit untuk Berdakayakan Perempuan

SELASA, 01 JULI 2025 | 20:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Untuk pertama kalinya lembaga keuangan resmi milik negara menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi bernilai total Rp6 triliun dan PUB Sukuk bernilai total Rp10 triliun.

PUB Obligasi dan PUB Sukuk ini diterbitkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang keduanya Berwawasan Sosial Orange atau dikenal dengan nama Orange Bonds, yakni instrumen keuangan berorientasi sosial yang difokuskan pada pemberdayaan perempuan prasejahtera.

Penerbitan Orange Bonds ini sejalan dengan prinsip orange movement yang sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan Goals 5 (UN SDGs 5) dalam aspek kesetaraan gender.


Penerbitan Orange Bonds PNM dapat membantu menekan kesenjangan pendanaan untuk mencapai target-target SDGs di Indonesia yang mencapai Rp24 ribu triliun.

"Ini pertama di pasar modal Indonesia di tengah instrumen yang berfokus pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat minim. Langkah ini wujud nyata semangat untuk menghadirkan keuangan yang berdampak,” jelas Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi dalam siaran persnya, 1 Juli 2025.

Nantinya, dana yang dihimpun akan digunakan untuk memperluas pembiayaan dan pendampingan kepada perempuan ultra mikro di seluruh Indonesia melalui program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) dan PNM Mekaar Syariah.

Tahap pertama tahun 2025, PNM menghimpun dana Rp1 triliun sebagai bagian dari program dengan total Rp6 triliun. Obligasi ini terbagi dalam tiga seri yaitu Seri A dengan tenor 370 hari dan kupon 6,25 persen per tahun. 

Kemudian Seri B dengan tenor 3 tahun dan kupon 6,65 persen per tahun. Lalu Seri C dengan tenor 5 tahun dan kupon 6,85 persen per tahun.

Sementara Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange dengan nilai Rp1,75 triliun sebagai bagian dari program senilai total Rp10 triliun. Sukuk ini mendukung pembiayaan syariah dengan dampak sosial yang terukur dan terbagi dalam tiga seri.

Seri A dengan tenor 370 hari dan indikasi bagi hasil 6,25 persen per tahun, kemudian Seri B tenor 3 tahun dan indikasi bagi hasil 6,65 persen per tahun, serta Seri C tenor 5 tahun dengan indikasi bagi hasil 6,85 persen per tahun.

Penerbitan Orange Bonds ini membuktikan optimalisasi pemerataan akses pembiayaan bagi perempuan unbankable dan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro agar mampu lebih berdaya serta memberi dampak bagi sekitarnya. 

“Ke depannya kami akan terus memperluas jangkauan layanan melalui digitalisasi, penguatan ekosistem ultra mikro, dan peningkatan serta pengembangan kapasitas nasabah melalui pelatihan berkelanjutan,” tambah Arief.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya