Berita

Bursa Efek Indonesia/RMOL

Bisnis

Ada Pergerakan Tak Wajar, Tiga Saham Ini Masuk Daftar UMA

SENIN, 30 JUNI 2025 | 12:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyoroti tiga saham yang pergerakannya tidak wajar. 

Tiga saham itu adalah PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML).

Dalam pengumumannya, BEI mengatakan bahwa pergerakan tak wajar atau Unusual Market Activity (UMA) merupakan respons atas volatilitas signifikan yang terjadi belakangan ini.


Donni Kusuma Permana PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Jumat (26/6) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 10 dan 23 Juni serta 20 Juni 2025 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek saham BSML dan perihal penjelasan atas volatilitas transaksi saham SPRE dan MKAP.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA  pada ketiga saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa," katanya..

Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.

"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi," tutup Donni. 

Pada perdagangan Senin 30 Juni 2025, saham MKAP turun Rp6 atau melemah 2  persen menjadi Rp 340 per lembar saham.

Sedangkan saham MKAP mencatat lonjakan tajam 43,7 persen dalam sebulan terakhir dan mencapai harga Rp342 per saham per 30 Juni, hari diumumkannya UMA.

Sementara saham BSML turun Rp2 atau melemah 2  persen menjadi Rp88.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya